
Perusahaan mobil otonom Tiongkok berekspansi ke Eropa setelah diblokir di AS, memicu antusiasme dan kekhawatiran pesaing lokal. (Reuters)
JawaPos.com — Terhambat oleh regulasi dan kekhawatiran keamanan nasional di Amerika Serikat, perusahaan teknologi mengemudi otonom asal Tiongkok kini memacu ekspansi agresif ke Eropa.
Langkah strategis ini mencakup pendirian kantor pusat baru, kemitraan pengelolaan data, serta uji coba kendaraan di jalan raya, sebuah pergeseran yang menandai upaya Tiongkok memperkuat pijakannya di pasar teknologi global.
Dikutip dari Malay Mail, Kamis (9/10/2025), Perusahaan seperti QCraft, Deeproute.ai, Momenta, WeRide, Baidu, dan Pony.ai kini menjadikan Eropa sebagai basis utama untuk pertumbuhan global. QCraft, misalnya, mendirikan markas baru di Jerman setelah menilai bahwa regulasi Eropa jauh lebih terbuka dibandingkan Amerika Serikat.
Dong Li, Chief Technology Officer QCraft, menegaskan, “Kami berfokus pada Eropa untuk masa depan global kami.” Dia menambahkan bahwa “ada hambatan di pasar AS,” merujuk pada kekhawatiran keamanan nasional terkait data yang dikumpulkan sistem mengemudi otonom.
Eropa, yang selama ini tertinggal dalam pengembangan kendaraan tanpa pengemudi, mulai menunjukkan kesadaran baru terhadap urgensi inovasi ini. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan perlunya dorongan lintas benua untuk mempercepat kemajuan mobil otonom.
Dia menegaskan, “Teknologi ini telah menjadi kenyataan di Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal yang sama seharusnya berlaku di Eropa.”
Salah satu langkah konkret terlihat dalam kolaborasi antara Momenta dan Uber. Keduanya berencana memulai pengujian kendaraan otonom level-4 di Munich pada 2026. Momenta sebelumnya telah memasok sistem bantuan pengemudi canggih atau (Advanced Driver Assistance Systems/ADAS) bagi sejumlah produsen otomotif.
“Uji coba kendaraan otonom di Munich memberi kami kesempatan menampilkan bagaimana teknologi robotaxi berbasis kecerdasan buatan dapat mengubah mobilitas perkotaan,” ujar Xudong Cao, CEO Momenta.
Sementara itu, CEO Uber Dara Khosrowshahi menambahkan, “Jerman telah membentuk industri otomotif dunia selama lebih dari satu abad, dan kini Munich akan membantu membentuk masa depan melalui kendaraan otonom.”
Meski demikian, tantangan tetap besar. Sebagian besar negara Eropa masih membatasi penggunaan publik hanya untuk sistem level-2, di mana pengemudi wajib tetap memegang kendali. Fragmentasi regulasi antarnegara juga menjadi hambatan serius bagi perusahaan yang ingin menguji dan meluncurkan layanan otonom secara luas.
Di sisi lain, reaksi dari para pemain lokal Eropa terbagi dua. Sebagian startup menuntut pengawasan ketat dan kebijakan proteksionis demi menjaga persaingan yang adil. Namun, ada pula yang menilai kehadiran perusahaan Tiongkok dapat mempercepat inovasi dan menutup ketertinggalan teknologi Eropa.
Dari perspektif ekonomi, Eropa kini muncul sebagai pasar yang menjanjikan bagi ekspansi mobil otonom Tiongkok. Di dalam negeri, pasar otomotif Tiongkok telah mencapai titik jenuh sehingga margin keuntungan menurun tajam.
Sebaliknya, Eropa menawarkan ruang pertumbuhan yang lebih luas sekaligus potensi penerimaan publik yang tinggi terhadap inovasi teknologi. Banyak produsen Tiongkok bahkan menawarkan fitur mengemudi otonom dengan harga sangat rendah, bahkan gratis, sebagai strategi untuk mempertahankan daya saing di tengah ketatnya persaingan pasar domestik.
Dengan demikian, manuver Tiongkok di Eropa bukan sekadar pelarian dari blokade Amerika Serikat, melainkan strategi global untuk menancapkan dominasi teknologi otonom di kawasan yang selama ini dianggap tertinggal.
Kini, Eropa dihadapkan pada pilihan sulit, yakni membuka diri untuk mempercepat inovasi atau memperketat proteksi demi menjaga kedaulatan teknologi dan keamanan nasional. (*)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
