
Anak Palestina dari Jalur Gaza utara melarikan diri ke selatan di tengah operasi militer Israel berskala besar di Kota Gaza (Xinhua Net)
JawaPos.com - Suara tembakan ke udara menggema di langit malam Gaza pada Kamis (9/10) waktu setempat. Warga menjerit haru, sebagian menangis tak percaya saat kabar gencatan senjata antara Israel dan Hamas akhirnya dikonfirmasi.
Di sisi lain perbatasan, keluarga para sandera di Tel Aviv juga berpelukan dalam tangis bahagia, penantian dua tahun yang panjang seolah berakhir.
“Itu hari besar, kebahagiaan yang luar biasa,” kata Ahmed Sheheiber, warga Palestina yang mengungsi di Gaza City, saat mendengar kabar perdamaian lewat telepon.
Dilansir dari Guardian, Di Khan Younis dan pesisir Al-Mawasi, massa berkumpul meneriakkan “Allahu Akbar” dan menembakkan peluru ke udara sebagai bentuk syukur.
Meski tampak mustahil di awal, '21-point peace plan' yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya disetujui oleh Israel dan Hamas dalam 'tahap awal'.
Kesepakatan itu tercapai setelah beberapa hari perundingan tidak langsung di Sharm El Sheikh, Mesir. Isi utama perjanjian itu mencakup penghentian serangan dan pembebasan para sandera yang masih hidup di Gaza.
Hamas disebut akan melepas 20 sandera pertama paling cepat akhir pekan ini, disertai pertukaran tahanan dengan Israel dalam waktu 72 jam sejak penandatanganan kesepakatan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut hari itu sebagai “hari besar bagi Israel”. “Dengan pertolongan Tuhan, kita akan membawa mereka semua pulang,” ujarnya.
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel, sedikitnya ada 251 orang yang menjadi sandera. Hingga kini, 47 masih berada di Gaza, termasuk 25 yang dinyatakan tewas.
Di Tel Aviv, suasana berubah jadi pesta jalanan. Keluarga para sandera berpelukan, sebagian memecahkan botol sampanye. “Matan akan pulang. Ini air mata yang saya doakan selama dua tahun,” kata seorang ibu kepada Haaretz.
Beberapa warga bahkan menyerukan agar Trump mendapat penghargaan Nobel Perdamaian atas perannya dalam perjanjian itu.
Sementara mantan sandera, Emily Damari, membagikan video di Instagram saat dirinya merayakan kabar tersebut bersama teman-temannya sambil bersulang.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut seluruh bangsa tengah “menunggu dan bersemangat”. Ia mengucapkan pelukan besar bagi keluarga para sandera yang akan segera bertemu kembali.
Namun di Gaza, kebahagiaan bercampur dengan rasa tak percaya. “Kami percaya tapi juga tidak percaya. Rasanya campur aduk senang, sedih, penuh kenangan,” ujar Eyad Amawi, seorang koordinator bantuan yang kini mengungsi di Gaza Tengah.
Ia berharap kesepakatan ini benar-benar dijalankan agar warga bisa pulang ke rumah dan membangun kembali kehidupan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
