
Menlu Malaysia, Mohamad Hasan, di Sidang Majelis Umum PBB. (Youtube/unitednations)
JawaPos.com - Malaysia menyerukan reformasi terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan (DK PBB), agar terbebas dari dominasi hak veto. Selama ini, upaya perdamaian global termasuk gencatan senjata permanen di Gaza kerap digagalkan oleh veto dari Amerika Serikat.
Dilansir dari YouTube @unitednations, hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, pada Selasa (28/9).
Dalam pidatonya, Hasan menyoroti penggunaan hak veto oleh negara anggota tetap DK PBB yang terus menghalangi solusi damai atas konflik Gaza.
Hasan menyebut hak veto sebagai “parodi yang menggagalkan perdamaian dunia” dan menyerukan agar praktik tersebut dihentikan.
“Kita harus terus menuntut pertanggungjawaban dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 76/272: Inisiatif Veto. Dan kita harus mengejar hasilnya melalui Resolusi 377A (V): Bersatu untuk Perdamaian,” tegasnya.
Hasan juga menekankan bahwa dunia tidak boleh terus diam menghadapi penolakan terhadap suara kolektif mayoritas, hanya karena satu negara menggunakan veto.
Pernyataan keras Malaysia ini muncul tak lama setelah Amerika Serikat kembali menggunakan hak vetonya, pada Kamis (18/9). Lagi-lagi Amerika Serikat menggagalkan rancangan resolusi yang menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza, pembebasan sandera oleh Hamas, dan penghapusan blokade bantuan oleh Israel.
Rancangan tersebut didukung oleh 14 dari 15 anggota DK PBB, termasuk 10 anggota tidak tetap yang menjadi penyusunnya. Hanya Amerika Serikat yang menolak melalui veto, membuat resolusi gagal dilaksanakan.
Dalam pidatonya, Hasan menyampaikan bahwa dunia perlu memberikan tanggapan tegas terhadap kegagalan berulang DK PBB dalam memenuhi aspirasi Majelis Umum dan masyarakat internasional.
Di hadapan delegasi negara lain, Malaysia mengusulkan tiga langkah konkret mengatasi isu Gaza. Pertama tindakan nyata terhadap pasukan pendudukan, termasuk akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional.
Kedua, dukungan jangka panjang bagi Palestina dalam membangun negara yang merdeka dan berpemerintahan sendiri. Terakhir, reformasi terhadap PBB, khususnya dalam menghapus dominasi veto di DK PBB.
Pernyataan ini menegaskan posisi Malaysia sebagai salah satu negara yang vokal dan tegas membela Palestina, sekaligus mendorong tata kelola PBB yang lebih adil dan demokratis. (*)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
