Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 01.48 WIB

Imbas Optimalisasi AI, 20 Persen Karyawan SoftBank Vision Fund Bakal Kena PHK

SoftBank paling getol mendanai perusahaan yang bergerak pada teknologi AI (Dok. Japan Times)

JawaPos.com - SoftBank Group akan memberhentikan hampir 20 persen karyawan dalam tim Vision Fund di seluruh dunia. Keputusan ini diambil karena perusahaan yang didirikan oleh Masayoshi Son itu mengalihkan sumber daya ke kecerdasan buatan (AI) berskala besar.

Kabar ini berdasarkan memo yang dilihat oleh Reuters dan sumber yang mengetahui rencana PHK. Pemangkasan menandai gelombang ketiga PHK di perusahaan investasi unggulan konglomerat Jepang tersebut sejak 2022.

Vision Fund saat ini memiliki lebih dari 300 karyawan di seluruh dunia. Berbeda dengan putaran PHK sebelumnya, ketika grup tersebut dibebani kerugian besar, pemangkasan terbaru ini terjadi setelah bulan lalu perusahaan melaporkan kinerja kuartal terkuatnya sejak Juni 2021, didorong oleh kenaikan kepemilikan saham publik seperti Nvidia dan perusahaan e-commerce Korea Selatan Coupang.
 
 
Reuters juga melaporkan, bahwa langkah ini menandakan peralihan dari portofolio investasi startup yang luas. Meskipun dana akan terus berinvestasi, staf yang tersisa akan mendedikasikan lebih banyak sumber daya untuk inisiatif AI Son yang ambisius, seperti proyek Stargate senilai USD 500 miliar yang diusulkan. Stargate merupakan sebuah inisiatif untuk membangun jaringan pusat data AS yang luas dalam kemitraan dengan OpenAI.
 
Juru bicara Vision Fund mengonfirmasi PHK tersebut tanpa mengomentari detailnya, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pihaknya terus menyesuaikan organisasi untuk menjalankan strategi jangka panjang sebaik mungkin.
 
"Serta, melakukan investasi yang berani dan berlandaskan keyakinan tinggi dalam AI dan teknologi terobosan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan kami," imbuhnya.
 
Restrukturisasi ini menandai kembalinya Son ke pendekatan klasik high risk, high return dengan membuat taruhan besar-besaran dan terkonsentrasi. Hal ini berbeda dari model modal ventura luas yang mendefinisikan era terakhir Vision Fund. Periode tersebut terjadi ketika kelompok ini terpaksa mengurangi risiko, menjual aset, dan membangun kembali kredibilitas setelah mengalami kerugian miliaran pada taruhan tingginya pada perusahaan rintisan berbagi kantor WeWork.
 
Pergeseran menuju infrastruktur AI yang padat modal ini mencerminkan bagaimana Son yang namanya melejit berkat investasi besar-besaran dan merupakan salah satu pendukung awal AI, melihat jalan kembali ke puncak. Ia kini secara agresif mengejar investasi baru dalam model fondasi dan lapisan infrastruktur, terkadang dengan valuasi premium.
 
Dalam 12 bulan terakhir, Son telah menginvestasikan USD 9,7 miliar di OpenAI melalui Vision Fund 2, yang mengelola total sekitar USDB65,8 miliar. SoftBank juga sedang merencanakan strategi infrastruktur padat modal yang berfokus pada perusahaan unggulannya, perancang chip Arm. 
 
Perusahaan ini telah mengakuisisi perusahaan chip Graphcore dan Ampere Computing serta mengambil alih saham di Intel dan Nvidia. Langkah-langkah ini bertujuan untuk membangun ekosistem yang mencakup chip, pusat data, dan model untuk mendukung adopsi AI di masa mendatang.
 
Strategi padat modal ini mengandung risiko pelaksanaan, yang ditegaskan oleh penundaan baru-baru ini dalam proyek Stargate AS dan usaha patungan serupa dengan OpenAI di Jepang.
 
Sementara itu, CFO SoftBank Yoshimitsu Goto mengatakan, perusahaan memegang kas pada tingkat yang sangat aman sebesar 4 triliun yen (USD 27 miliar) pada panggilan pendapatan terbaru perusahaan pada bulan Agustus.
 
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore