
Robot humanoid Tiangong di Beijing Robotics Industrial Park, simbol kemajuan inovasi teknologi Tiongkok. (Reuters)
JawaPos.com — Tiongkok untuk pertama kalinya berhasil masuk ke dalam daftar sepuluh besar negara paling inovatif dunia versi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menggantikan posisi Jerman yang selama ini dikenal sebagai mesin industri Eropa.
Dalam laporan tahunan Global Innovation Index (GII) yang menilai 139 perekonomian berdasarkan 78 indikator, Tiongkok menempati urutan ke-10. Sementara itu, Swiss tetap mempertahankan posisi puncak sejak 2011, disusul Swedia dan Amerika Serikat.
Dilansir dari Reuters, Rabu (17/9/2025), laporan GII menegaskan bahwa Beijing semakin agresif meningkatkan investasi di bidang penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Tiongkok bahkan diperkirakan berada di jalur untuk menjadi negara dengan belanja R&D terbesar, terutama melalui pendanaan sektor swasta.
Namun, prospek inovasi global masih menghadapi perlambatan. Pertumbuhan belanja R&D tahun ini diperkirakan hanya 2,3 persen, turun dari 2,9 persen tahun lalu yang menjadi level terendah sejak krisis keuangan 2010.
Kontribusi Tiongkok dalam paten internasional juga semakin signifikan. Negara itu menyumbang sekitar seperempat dari total aplikasi paten global pada 2024. Sebaliknya, Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman—yang secara kolektif menyumbang 40 persen aplikasi paten dunia—mencatat sedikit penurunan.
Menanggapi turunnya Jerman ke posisi ke-11, salah satu penyunting GII, Sacha Wunsch-Vincent, menekankan bahwa hal tersebut bukan ancaman jangka panjang.
“Dalam jangka panjang, Jerman tidak perlu merasa terancam dengan penurunan ini. Peringkat baru ini juga tidak mencerminkan dampak tarif yang pernah diberlakukan pemerintahan Trump di Amerika Serikat,” ujarnya.
Direktur Jenderal Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization/WIPO), Daren Tang, menyoroti tantangan utama Berlin.
“Tantangan bagi Jerman adalah bagaimana, di samping statusnya selama puluhan tahun sebagai mesin inovasi industri yang kuat, dapat berkembang menjadi kekuatan besar dalam inovasi digital,” kata Tang.
Selain Swiss, Swedia, dan Amerika Serikat, negara lain yang masuk daftar 10 besar inovasi adalah Korea Selatan, Singapura, Inggris, Finlandia, Belanda, dan Denmark, dengan Tiongkok menutup kelompok elit tersebut.
Laporan ini menandai pergeseran lanskap inovasi global, ketika dominasi negara-negara Barat mulai ditantang oleh kekuatan baru Asia. Dengan posisi terbarunya, Tiongkok semakin menegaskan diri sebagai salah satu pusat inovasi dunia. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022