Ilustrasi stempel perjalanan di dalam paspor (Henry Thong/Unsplash)
JawaPos.com - Sebanyak 29 negara di kawasan Schengen akan resmi menghapus praktik pengecapan paspor di pos imigrasi mulai 12 Oktober 2025.
Sebagai gantinya, Uni Eropa akan menerapkan sistem digital bernama Entry/Exit System (EES) dan European Travel Information and Authorization System (ETIAS), yang mencatat data pelancong secara biometrik dan otomatis.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari modernisasi sistem perbatasan Uni Eropa. Dilansir dari New York Post, sistem baru ini akan menggantikan pemeriksaan manual dengan gerbang elektronik yang memindai wajah dan sidik jari pelancong.
"Cap paspor akan menjadi kenangan masa lalu. Sistem digital ini akan menggantikan semua proses manual," tulis laporan tersebut.
Menurut Time Out, kebijakan ini berlaku di 25 negara anggota Uni Eropa dan empat negara non-anggota seperti Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein. Negara-negara seperti Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Belanda termasuk dalam daftar penerapan awal.
Pelancong dari luar Uni Eropa wajib mendaftar secara daring melalui ETIAS sebelum keberangkatan. Setelah disetujui, data biometrik mereka akan disimpan dan digunakan untuk proses masuk-keluar tanpa perlu interaksi langsung dengan petugas imigrasi.
Sistem ini juga akan mencatat tanggal masuk, lokasi, dan durasi tinggal pelancong, serta mendeteksi pelanggaran masa kunjungan secara otomatis.
Meski efisien, kebijakan ini memicu reaksi beragam. Sebagian pelancong menyayangkan hilangnya cap paspor yang selama ini dianggap sebagai simbol petualangan dan bukti perjalanan.
Namun Uni Eropa menegaskan bahwa sistem baru ini akan memberikan akurasi dan keamanan yang lebih tinggi dalam pengelolaan perbatasan.
Dengan diberlakukannya EES dan ETIAS, Uni Eropa menandai era baru dalam sistem imigrasi. Cap paspor mungkin akan hilang, tapi pengalaman menjelajah Eropa tetap berlanjut, hanya saja kini tercatat dalam data, bukan tinta.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
