Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 18.17 WIB

Profil Tyler Robinson, Tersangka Penembakan Charlie Kirk: Mahasiswa Magang yang Pendiam dan Hobi Gaming

Tyler Robinson, Tersangka Penembakan Charlie Kirk. (BBC). - Image

Tyler Robinson, Tersangka Penembakan Charlie Kirk. (BBC).

JawaPos.com - Nama Tyler James Robinson (22) mendadak menjadi sorotan nasional oleh publik Amerika Serikat (AS). Dia jadi populer setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan aktivis konservatif Charlie Kirk di Utah. 

Pengumuman resmi disampaikan langsung oleh Gubernur Utah, Spencer Cox, dalam konferensi pers pada Jumat (12/9). Kasus ini terungkap dengan cara yang tak biasa. 

Robinson diketahui setelah ayahnya mengenali sosok putranya dalam rekaman CCTV, lalu menceritakan temuannya kepada seorang teman yang akhirnya melaporkannya ke polisi.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Berdasarkan catatan publik, Robinson tercatat sebagai pemilih independen atau nonpartisan, berbeda dengan kedua orang tuanya, Matthew Carl Robinson dan Amber Denise Robinson, yang merupakan anggota Partai Republik.

Ayahnya berprofesi sebagai pengusaha pemasangan meja dapur dan lemari, sementara ibunya bekerja sebagai pekerja sosial. Keluarga Robinson menganut agama Mormon dan dikenal aktif dalam kegiatan gereja setempat.

Dari sisi pendidikan, Robinson bukan mahasiswa di Utah Valley University, lokasi penembakan terjadi. Namun, ia tercatat sebagai mahasiswa magang tahun ketiga di Dixie Technical College. 

Ia juga sempat menghabiskan satu semester di Utah State University pada 2021 dan diterima di Utah Tech University setelah lulus SMA periode 2019–2021.

Karakter Pribadi: Pendiam dan Hobi Gaming

Sejumlah orang yang mengenalnya menggambarkan Robinson sebagai sosok pendiam, pemalu, namun ramah saat didekati.

Seorang teknisi listrik yang pernah bekerja bersamanya mengatakan, “Robinson tidak banyak bicara kecuali diajak bicara,” sambil menambahkan bahwa ia tidak terlalu menyukai Donald Trump atau Charlie Kirk.

Namun, keterangan berbeda datang dari mantan teman sekelasnya di SMA. Mereka mengingat Robinson sempat mendukung Trump pada Pemilu 2020.

Selain itu, Robinson dikenal menggemari video game dan desain game, serta sering menghabiskan waktu istirahat dengan bermain kartu bersama teman-temannya. “Dia asyik untuk diajak nongkrong, tapi agak pemalu dan jarang terbuka,” ujar salah seorang teman SMA.

Jejak Budaya Daring

Hal yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian publik adalah temuan dua selongsong peluru yang terkait dengan budaya internet. 

Pada selongsong pertama terdapat tulisan “notices bulges OwO what’s this?” yang sudah ditembakkan, sementara pada selongsong kedua tertulis “If you read this, you’re gay lmao” yang belum ditembakkan.

Detail ini membuat penyelidik menyoroti keterlibatan Robinson dengan budaya daring atau internet culture, yang diduga berpengaruh pada pola pikir dan tindakannya.

Saat ini, Tyler Robinson masih ditahan dan menunggu proses dakwaan resmi dari jaksa. Publik Amerika Serikat menanti kelanjutan kasus ini, yang bukan hanya soal kriminal murni, tetapi juga menyentuh ranah politik, budaya digital, hingga perdebatan soal radikalisasi generasi muda di dunia maya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore