
Great Pacific Garbage Patch (GPGP). (steemit.com)
JawaPos.com - Di tengah Samudra Pasifik bagian utara, terbentang zona terapung yang dipenuhi jutaan serpihan plastik. Kawasan ini dikenal sebagai Great Pacific Garbage Patch (GPGP), dan luasnya diperkirakan mencapai 1,6 juta kilometer persegi, dua kali ukuran negara bagian Texas atau tiga kali luas Prancis. Bukan daratan, bukan pulau, melainkan pusaran sampah yang terus membesar akibat arus laut dan gaya hidup manusia modern.
Menurut laporan resmi dari The Ocean Cleanup, GPGP adalah zona akumulasi plastik terbesar di dunia, terletak antara Hawaii dan California. Setiap tahun, sekitar 1,15 hingga 2,41 juta ton plastik masuk ke laut dari sungai-sungai di berbagai negara.
Plastik yang ringan dan tahan lama tidak tenggelam, melainkan terus mengambang dan terbawa arus hingga akhirnya berkumpul di titik ini.
“Plastik yang masuk ke gyre tidak akan keluar dengan mudah. Mereka akan tetap berada di sana hingga terurai menjadi mikroplastik akibat sinar matahari, gelombang, dan interaksi dengan makhluk laut,” tulis tim peneliti The Ocean Cleanup dalam laporan mereka.
Mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm dapat menjadi ancaman utama karena mudah tertelan oleh ikan, burung laut, dan bahkan plankton.
Dalam laporan terpisah, CEO The Ocean Cleanup, Boyan Slat, menyatakan bahwa pembersihan GPGP bisa dilakukan dalam waktu 5 hingga 10 tahun dengan teknologi yang sudah mereka kembangkan.
“Penghapusan sampah laut bukan mimpi. Ini bisa dicapai dengan biaya yang jelas dan waktu yang terukur,” ujarnya dalam siaran pers resmi.
Selama tiga tahun terakhir, organisasi tersebut telah berhasil mengekstraksi lebih dari satu juta pon sampah dari GPGP, atau sekitar 0,5% dari total akumulasi. Mereka menggunakan sistem pembersih laut bernama System 03, yang dirancang khusus untuk mengangkat plastik dari permukaan laut secara efisien.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal pembersihan, melainkan soal pencegahan. Plastik yang masuk ke laut terus bertambah, dan tanpa perubahan sistemik dalam produksi serta pengelolaan limbah, GPGP akan tetap tumbuh.
“Kami akan jeda operasi selama satu tahun untuk memetakan titik-titik akumulasi plastik terbesar, agar pembersihan berikutnya lebih efektif,” tulis tim The Ocean Cleanup dalam laporan milestone mereka.
Great Pacific Garbage Patch bukan sekadar simbol pencemaran laut. Ia adalah cerminan dari sistem konsumsi global yang belum berkelanjutan.
Di tengah laut yang tersumbat, dunia diingatkan bahwa sampah yang kita buang tak pernah benar-benar hilang. Ia mengambang, terurai, dan kembali menghantui kita dalam bentuk yang lebih kecil, dan lebih berbahaya. (*)

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
