
Massa mengikuti demonstrasi yang menentang pelarangan media sosial oleh pemerintah Nepal. (Anadolu/as)
JawaPos.com - Sejak Selasa (9/9) bentrokan warga dengan pasukan keamanan di Nepal mulai terjadi. Bandara di negara itu pun ditutup karena terkait keamanan nasional.
Di Ibu Kota Nepal, Khatmandu, dan Itahari, pasukan keamanan menembaki demonstran sejak Senin (8/9). Akibatnya, 19 orang meninggal pada insiden ini. Suasana mencekam.
Dilansir dari Hindustan Times, jam malam diberlakukan di wilayah tersebut sejak Selasa. Bahkan, tentara Nepal mengancam akan mengerahkan pasukan dan mengambil alih keamanan negara mulai pukul 22.00 pada Selasa. Angkatan Darat setempat menuding beberapa kelompok telah memanfaatkan konflik ini.
Sementara itu, semua bandara ditutup. Tentu ini membuat penerbangan dari dan ke Nepal dibatalkan. Evaluasi akan dilakukan harian. Kemarin (10/9) hingga pukul 12 siang, militer akan mengambil alih Bandara Internasional Tribhuvan di Khatmandu.
Rumah Perdana Menteri Jhalanath Khanal dibakar. Tindakan ini membuat istri Khanal, Rabi Laxmi Chitrakar, meninggal dunia karena luka bakar.
Para pengunjuk rasa juga merusak kediaman Perdana Menteri KP Sharma Oli, Presiden Nepal Ram Chandra Paudel, dan mantan Perdana Menteri Pushpa Kamal Dahal 'Prachanda' di Khumaltar, Lalitpur. Massa juga berdemonstrasi di depan rumah mantan Perdana Menteri Sher Bahadur Deuba di Budhanilkantha, Kathmandu.
Panglima Angkatan Darat Nepal Ashok Raj Sigdel pada hari Selasa mendesak para pengunjuk rasa untuk menghentikan aksi mereka dan sepakat untuk berdialog. “Melindungi kepentingan nasional adalah tanggung jawab bersama semua orang,” kata Sigdel.
Kejadian ini mendapat perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Koordinator Residen PBB Hanaa Singer-Hamdy yang berada di wilayah itu menyebut banyak stafnya yang menangis. “Mereka belum pernah melihat kekerasan seumur hidup mereka,” katanya.
Singer juga menyoroti keselamatan warga sipil. Kebutuhan yang mendesak adalah akses terhadap medis. “Peran kami sebenarnya adalah untuk mengingatkan semua orang agar memastikan perlindungan warga sipil, menjaga kebebasan fundamental, dan mendukung Nepal dalam komitmennya terhadap norma dan standar hak asasi manusia internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) menyebut, KBRI Dhaka yang memiliki wilayah akreditasi di Nepal, telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan otoritas setempat menyusul aksi demonstrasi oleh Generasi Z di Kathmandu dan kota-kota lainnya, di Nepal. Termasuk, dengan komunitas Indonesia di Nepal.
Dari komunikasi yang berlangsung, diperoleh informasi bahwa WNI di sana dalam kondisi aman. KBRI Dhaka mencatat terdapat 57 WNI yang tinggal menetap di Nepal.
Di saat yang sama, terdapat pula 43 anggota Delegasi RI yang sedang mengikuti beberapa konferensi internasional di Kathmandu, 2 anggota TNI yang sedang mengikuti pelatihan, serta 23 wisatawan WNI.
"Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban dari kerusuhan tersebut," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha saat dikonfirmasi.
Kendati demikian, menurut dia, KBRI juga telah mengeluarkan imbauan agar para WNI meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa, dan terus memonitor situasi keamanan dari sumber pemerintah dan media. WNI yang ada di sana dan tengah mengalami situasi darurat diminta untuk segera menghubungi perwakilan pemerintah di sana melalui hotline KBRI Dhaka di nomor +8801614444552 dan Konhor RI Kathmandu di nomor +9779851046514 atau +9779801190989.
"Bagi WNI yang saat ini sedang melakukan kunjungan atau berwisata di Nepal diminta segera melakukan lapor diri ke hotline KBRI Dhaka," tegasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
