Ilustrasi Hagia Sophia di Istanbul, Turki, dipotret malam hari dari Selat Bosporus. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengguna internet di Turki mengalami gangguan besar dalam mengakses berbagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan. Gangguan ini terjadi menyusul adanya pembatasan yang diberlakukan pemerintah terhadap protes di enam distrik di Istanbul, di mana para pendukung oposisi berencana untuk berdemonstrasi.
Baca Juga: Pelaku Mutilasi Pacet Mojokerto Diringkus, Tersangka Diduga Seorang Driver Ojol asal Sumatera Utara
Pembatasan yang meluas ini memengaruhi layanan populer seperti Instagram, WhatsApp, YouTube, X, TikTok, Facebook, Telegram, dan Signal.
Organisasi pemantau sensor internet global, NetBlocks, mengonfirmasi gangguan ini. Insiden dimulai setelah otoritas Istanbul melarang demonstrasi selama empat hari yang rencananya akan dimulai pada 7 September.
Pembatasan media sosial tersebut terjadi setelah pengadilan memutuskan untuk memberhentikan pimpinan oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) di Istanbul dan menunjuk wali amanat sebagai penggantinya. Sebagai respons, CHP-pun menyerukan demonstrasi.
"Metrik langsung menunjukkan platform daring termasuk X, YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp telah dibatasi di Turki di berbagai jaringan; insiden ini terjadi ketika partai oposisi utama CHP menyerukan demonstrasi setelah polisi memblokade markasnya di Istanbul," konfirmasi NetBlocks pada platform pemantauannya seperti dilansir dari Turkiye Today.
Undang-undang "disinformasi" Turki yang disahkan pada Oktober 2022 memang memberikan wewenang kepada pihak berwenang untuk membatasi bandwidth pada platform media sosial.
Sementara itu, Direktur riset di NetBlocks, Isik Mater, menyatakan bahwa pemblokiran ini masih berlangsung dan berfokus di Istanbul.
"Tidak ada perbaikan saat ini. WhatsApp, Twitter/X, Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, dan TikTok masih diblokir. Pemblokiran ini khususnya terjadi di Istanbul. Pemblokiran seperti ini terakhir kali terjadi saat penangkapan (mantan Wali Kota Istanbul) Ekrem Imamoglu," ujarnya.
Dalam upaya menghindari pembatasan ini, banyak warga Turki beralih menggunakan jaringan privat virtual (VPN). Teknologi ini menciptakan koneksi aman yang merutekan lalu lintas internet pengguna melalui server di negara lain, memungkinkan mereka untuk mengakses konten yang diblokir. (*)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
