Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 16.58 WIB

Guncangan Politik di Tokyo: Baru Setahun Menjabat, PM Jepang Shigeru Ishiba Umumkan Mundur

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba. (dok. France24) - Image

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba. (dok. France24)

JawaPos.com – Panggung politik Jepang kembali bergejolak. Perdana Menteri (PM) Shigeru Ishiba, yang baru saja memenangkan pemilihan tahun lalu, secara mengejutkan mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri pada Minggu sore (7/9).

Keputusan ini sontak memicu ketidakpastian di dalam tubuh partai berkuasa, Partai Liberal Demokrat (LDP), dan membuka babak baru dalam perebutan kekuasaan di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut.

Langkah dramatis Ishiba ini disebut-sebut sebagai puncak dari dua tekanan besar yang menggerogoti pemerintahannya, yakni perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) dan pertaruhan politik domestik yang berakhir menjadi bumerang.

Tidak Langsung Mundur, Siapkan Transisi Kekuasaan

Menurut laporan dari Reuters dan NHK, pengunduran diri Shigeru Ishiba tidak akan terjadi secara serta-merta.

Dalam sebuah langkah yang diperhitungkan untuk menjaga stabilitas, Ishiba telah memerintahkan partainya, LDP, untuk segera menyelenggarakan pemilihan darurat guna mencari penggantinya.

Ia menegaskan, baru akan secara resmi meletakkan jabatannya setelah ketua partai dan perdana menteri yang baru terpilih.

Langkah ini memastikan tidak akan ada kekosongan kekuasaan di tengah tantangan ekonomi dan politik yang sedang dihadapi Jepang.

Bumerang Kebijakan: Dua Kesalahan Fatal Ishiba

Keputusan Ishiba untuk mundur didasari oleh dua faktor utama yang secara signifikan melemahkan posisinya.

Pertama, tekanan ekonomi dari AS. Salah satu program unggulan Ishiba saat awal dilantik adalah menekan biaya hidup masyarakat Jepang.

Namun, target ini langsung diganggu oleh kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Jepang dikenai tarif impor sebesar 24 persen, dengan sektor otomotif yang vital bahkan dikenai tarif khusus 27,5 persen.

Meskipun Ishiba berhasil bernegosiasi dan menekan tarif tersebut hingga tersisa 15 persen, kemenangan itu harus dibayar mahal. Beberapa hari sebelum pengunduran dirinya,

Jepang harus menyetujui kesepakatan untuk mengimpor lebih banyak beras dan pesawat dari AS sebagai ganjarannya.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore