
Fasilitas Pabrik Hyundai di Georgia, Amerika Serikat, yang menjadi lokasi penggerebekan besar-besaran yang dilakukan yang menyebabkan ratusan pekerja Korsel ditahan. (The Korea Economic Daily/KED)
JawaPos.com - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memastikan seluruh pekerja imigran mereka akan kembali ke negara asalnya, setelah menyelesaikan negosiasi administratifnya dengan Amerika Serikat (AS), berdasarkan informasi dari kantor kepresidenan pada Minggu (7/9).
Kang Hoon-sik, selaku kepala staf presiden Korsel, mengumumkan melalui siaran televisi bahwa sebuah pesawat terbang akan membawa ratusan pekerja tersebut pulang dari AS, berdasarkan informasi dari Reuters.
Sebelumnya, ratusan agen federal AS melakukan operasi penggerebekan kepada sebuah fasilitas pabrik mobil milik Hyundai di negara bagian Georgia, di mana setidaknya 475 orang dalam ditahan operasi tersebut, dengan mayoritas yang ditahan merupakan warga negara Korsel.
Hal ini dikonfirmasi oleh menteri luar negeri Korsel, Cho Hyun, yang mengatakan setidaknya lebih dari 300 warganya ditahan pada operasi yang dilaksanakan pada Jumat (5/9) tersebut, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Associated Press.
Operasi kepada fasilitas pabrik yang masih dalam proses konstruksi ini menjadikannya operasi penggeledahan lokasi tunggal terbesar dalam sejarah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Homeland Security.
Hal sekaligus merupakan rentetan agenda deportasi besar-besaran oleh Pemerintah AS di bawah kebijakan anti-imigrasi agresif Presiden Donald Trump, yang sudah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir ini.
Trump sendiri berkomitmen kepada kebijakan ini, mengatakan bahwa ia ingin mendeportasi para kriminal terburuk yang ada di negara tersebut.
Sebelumnya, mengutip dari Al Jazeera, sebuah video yang dirilis pada hari Sabtu (6/9) oleh badan imigrasi dan bea cukai AS, ICE, memperlihatkan rombongan mobil berisi agen-agen federal yang bergerak menuju lokasi pabrik tersebut dan menyuruh para pekerja untuk keluar dan segera berbaris.
Beberapa orang yang ditahan diperintahkan untuk menaruh sambil mengangkat tangan pada sebuah bus, di mana mereka diborgol pada bagian tangan, kaki, dan pinggang mereka.
Mayoritas pekerja imigran tersebut dibawa menuju sebuah fasilitas penahanan imigran di Folkston, Georgia, yang berdekatan dengan garis negara bagian Florida.
Berdasarkan informasi dari Steven Schrank, selaku agen pemimpin Homeland Security di negara bagian Georgia, mengatakan bahwa belum ada yang dijadikan tersangka, dan proses investigasi akan terus berlanjut, pada Jumat (5/9).
Akibat dari kejadian tersebut, Pemerintah Korsel menyatakan kekhawatiran dan penyesalannya terkait operasi yang secara langsung menargetkan warganya sendiri, dan segera mengirim diplomat-diplomat menuju lokasi penggerebekan tersebut.
Lokasi kompleks industri tersebut, yang menjadi lokasi kompleks kerjasama antara dua konsorsium raksasa Korsel, Hyundai dan LG, merupakan salah satu bagian dari investasi asing terbesar yang ada di AS, terutama negara bagian Georgia, yang bernilai 7,6 miliar dolar, atau sekitar 125 triliun rupiah.
Hyundai, selaku perusahaan otomotif terbesar asal negara ginseng tersebut, mulai memproduksi kendaraan listriknya di fasilitas pabrik yang mempekerjakan sekitar lebih dari seribu orang, dengan berpartner bersama LG Energy Solution yang tahun depan akan menyelesaikan konstruksi pabrik baterai kendaraan listrik tak jauh dari lokasi Hyundai.
Baru-baru ini, Korsel juga meraih kesepakatan dagang yang meliputi pendanaan senilai 350 miliar dolar, atau 5,7 ribu triliun rupiah untuk membantu perusahaan-perusahaan milik Korsel menembus pasar AS. Selain itu, Presiden Trump juga akan berencana mengunjungi Korsel untuk menghadiri pertemuan APEC pada Oktober nanti. (*)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
