
Foto: Ilustrasi: Serangan Israel ke kelompok Houthi di Yaman. (Al Jazeera)
JawaPos.com - Serangan udara Israel di Yaman pada Kamis (28/8) pekan lalu menewaskan sejumlah pejabat tinggi Houthi. Termasuk perdana menteri kelompok tersebut, Ahmed al-Rahawi.
Insiden ini kemudian memicu kemarahan milisi yang berafiliasi dengan Iran itu dan memunculkan ancaman balasan langsung terhadap Tel Aviv.
Menurut keterangan sejumlah sumber yang dekat dengan kelompok tersebut, selain al-Rahawi, Menteri Luar Negeri Jamal Amer dan Menteri Informasi Hashem Sharaf al-Din juga tewas dalam serangan itu.
Meski demikian, struktur militer Houthi yang selama ini memimpin serangan ke Israel dan jalur perdagangan Laut Merah dilaporkan tetap utuh.
“Dampak simbolisnya besar sekali. Kini Houthi khawatir serangan berikutnya bisa menyasar para komandan militer yang justru memegang kendali penuh,” kata Ahmed Nagi, analis senior International Crisis Group mengutip New York Times.
Presiden Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, menegaskan pihaknya akan membalas serangan Israel. Ia berjanji bahwa rakyat Israel tidak lagi akan merasakan keamanan.
“Balas dendam kami tidak pernah tidur. Hari-hari gelap menanti akibat pengkhianatan pemerintah kriminal Zionis,” ujarnya.
Sejak pecahnya perang Gaza pascaserangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, Houthi aktif meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta menyerang kapal dagang di Laut Merah.
Kelompok itu menyebut aksinya sebagai bentuk solidaritas untuk menghentikan bombardemen Israel ke Jalur Gaza dan membuka akses bantuan kemanusiaan.
Namun, berbeda dengan Hamas dan kelompok Syiah di Irak maupun Suriah yang semakin terdesak, Houthi kini praktis menjadi satu-satunya milisi pro-Iran yang berhadapan langsung dengan Israel.
“Mereka menyadari bahwa mundur justru akan menimbulkan kerugian lebih besar daripada melanjutkan perlawanan,” kata Nagi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangan yang menewaskan para pejabat Houthi hanyalah permulaan.
“Kami telah menghabisi sebagian besar pemerintahan Houthi, dan ini baru awal. Kami akan mencapai semua target,” katanya dalam rapat kabinet. Hal senada diungkapkan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menegaskan serangan balasan akan digencarkan.
Di sisi lain, situasi semakin rumit dengan adanya laporan penyerbuan Houthi ke fasilitas PBB di Sana’a pada Minggu. Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menyebut sedikitnya 11 staf ditahan, sementara properti organisasi internasional itu juga disita.
Langkah ini dinilai menghambat upaya perdamaian dan penyaluran bantuan kemanusiaan di Yaman.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
