
Evakuasi korban reruntuhan bangunan di Kyiv (Dok. Dnyuz.com)
JawaPos.com - Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran dengan rudal terhadap kota-kota di Ukraina pada malam hari tanggal 28 Agustus 2025.
Sirine serangan udara berbunyi di seluruh Ukraina, dan warga di hampir setiap wilayah diminta untuk mencari perlindungan saat Rusia meluncurkan rudal hipersonik dan gelombang drone berulang kali sepanjang malam.
Setidaknya empat pesawat MiG-31 — jet yang dilengkapi dengan rudal Kinzhal — lepas landas selama serangan.
Melansir dari Times Colonist, serangan ini merupakan salah satu dari sedikit kali drone dan rudal Rusia berhasil menembus pusat Kyiv sejak dimulainya invasi skala penuh.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia telah meluncurkan 598 drone serang, serta 31 rudal berbagai jenis di seluruh negeri pada Kamis dini hari (28/08/2025), yang sebagian besar menyerang Kyiv.
Pihak berwenang menyatakan bahwa setidaknya terdapat 21 orang tewas dalam serangan di Kyiv, termasuk empat anak-anak. Tiga di antaranya berusia 2, 14, dan 17 tahun.
Kemudian juga terdapat 63 orang terluka, dan 11 di antaranya adalah anak-anak. Jumlah ini masih memungkinkan untuk bertambah, terutama jika ditemukan korban yang tertimpa bangunan.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko mengatakan setidaknya 33 lokasi di seluruh 10 distrik kota langsung terkena serangan dan rusak akibat puing-puing. Terdapat hampir 100 bangunan rusak, termasuk mal di pusat kota.
Melansir dari Kyiv Independent, beberapa jam setelah melancarkan serangan rudal dan drone massal yang menewaskan setidaknya 21 orang di Kyiv, juru bicara Rusia, Kremlin Dmitry Peskov mengklaim bahwa pihaknya "tetap tertarik untuk melanjutkan negosiasi" dengan Ukraina.
Rusia telah meningkatkan frekuensi dan intensitas serangan udara terhadap kota-kota di Ukraina sejak awal 2025. Pada 29 Juli, Rusia melancarkan serangan terberatnya terhadap Kyiv di tahun 2025 yang menewaskan 32 warga sipil.
Saat Gedung Putih mendesak perjanjian damai untuk mengakhiri perang di Ukraina, Rusia terus meningkatkan tekanan pada Kyiv melalui serangan konstan terhadap kota-kota dan serangan darat yang semakin intensif.
Pada 25 Agustus lalu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Putin menghindari pertemuan dengan Presiden Volodymyr Zelensky karena "dia tidak menyukainya," Zelensky berulang kali mengatakan dia siap bertemu Putin dan mengadakan pembicaraan damai dengan Rusia.
Dewan Keamanan PBB juga mengadakan jadwal rapat darurat mengenai serangan udara terhadap Ukraina. Rapat yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Jumat (29/08/2025) dilakukan atas permintaan Ukraina dan lima anggota Dewan Eropa — Inggris, Prancis, Slovenia, Denmark, dan Yunani.
Dua utusan Ukraina juga dijadwalkan bertemu dengan pemerintahan Trump pada Jumat untuk membahas mediasi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
