Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 05.13 WIB

Solidaritas Global Palestina: Unjuk Rasa Serentak di Australia, Malaysia, Kenya, Senegal, Inggris, dan Swedia

Kondisi unjuk rasa untuk kebebasan Palestina di Sydney, Australia (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Puluhan ribu orang berunjuk rasa di berbagai kota besar dan kecil di Australia pada Minggu (24/8). 

Aksi ini menyerukan penghentian serangan Israel di Gaza serta menuntut pemerintah Australia menjatuhkan sanksi terhadap Tel Aviv. Penyelenggara memperkirakan lebih dari 300.000 orang ikut serta dalam demonstrasi nasional tersebut.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Senin (25/8), di Sydney, penyelenggara Josh Lees menegaskan warga turun ke jalan untuk menuntut diakhirinya genosida di Gaza. 

Massa membawa bendera Palestina sambil meneriakkan seruan pembebasan. Sementara itu, di Melbourne, ribuan demonstran berkumpul di luar Perpustakaan Negara Bagian Victoria dengan meneriakkan "sanksi Israel sekarang."

Aksi serupa berlangsung di Brisbane, Perth, dan kota lain di Australia. Penyelenggara Nour Salman menegaskan bahwa pengakuan Australia terhadap negara Palestina harus disertai tindakan konkret berupa penghentian perdagangan senjata dan sanksi keras terhadap Israel.

Seruan protes di Australia berlangsung bersamaan dengan aksi solidaritas global. Ribuan orang turun ke jalan di Malaysia, Kenya, Belgia, Swedia, Inggris, dan Senegal. Di Kuala Lumpur, unjuk rasa besar direspons langsung oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim, yang berencana membentuk tim relawan untuk menyalurkan bantuan ke Gaza.

Di Dakar, Senegal, massa menyerukan pembukaan jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sementara di Nairobi, Kenya, ratusan pengendara motor menggelar konvoi sambil meneriakkan dukungan bagi Palestina. Menurut laporan Al Jazeera, warga Afrika menyatakan muak melihat penderitaan anak-anak yang kelaparan di Gaza.

Gelombang aksi ini terjadi setelah laporan Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) mengonfirmasi kelaparan di Gaza. Laporan itu menyebut lebih dari 500.000 warga Gaza menghadapi risiko kelaparan akut, dengan banyak di antaranya terancam meninggal karena kekurangan gizi.

Sejak pecah pada 7 Oktober 2023, konflik Israel-Palestina telah menewaskan lebih dari 62.263 warga Palestina. Termasuk di antaranya 2.000 orang yang terbunuh saat berebut bantuan makanan di lokasi distribusi.

Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore