Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 20.00 WIB

Upaya World Wide Fund for Nature (WWF) dalam Pelestarian Satwa Liar yang Terancam Punah

WWF atau World Wide Fund for Nature merupakan organisasi internasional yang berfokus pada upaya pelestarian satwa liar serta perlindungan keanekaragaman hayati (Dok. wwfbrand.panda.org) - Image

WWF atau World Wide Fund for Nature merupakan organisasi internasional yang berfokus pada upaya pelestarian satwa liar serta perlindungan keanekaragaman hayati (Dok. wwfbrand.panda.org)

JawaPos.com - WWF atau World Wide Fund for Nature adalah salah satu organisasi internasional yang bergerak di bidang konservasi satwa liar dan keanekaragaman hayati. Berdiri sejak tahun 1961, organisasi ini telah menjadi pendorong dari berbagai upaya pelestarian satwa liar dan ekosistemnya. 

Menurut Britannica, berdirinya WWF berawal dari kekhawatiran para naturalis Inggris terhadap ancaman kepunahan berbagai spesies. Tokoh-tokoh seperti Sir Julian Huxley, Peter Scott, Guy Mountfort, dan Max Nicholson memainkan peran penting dalam melahirkan organisasi ini. Mereka menyadari bahwa tanpa aksi nyata, dunia akan kehilangan banyak satwa penting dalam waktu singkat.

Misi dan Kolaborasi

Misi utama WWF bertumpu pada tiga pilar:

  1. Menjaga keanekaragaman hayati.
  2. Mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
  3. Mengurangi polusi dan konsumsi berlebihan.

Ketiga pilar ini saling berkaitan dan menjadi fondasi setiap program yang dijalankan.  Untuk mencapai misinya, WWF menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga internasional, sektor swasta, hingga komunitas lokal.

Kolaborasi ini penting karena tantangan lingkungan tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Keterlibatan banyak aktor membuat upaya konservasi menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

Seperti yang dikutip dari Britannica, "Organisasi ini telah lama mencakup para konservasionis dan pebisnis dengan tujuan menggabungkan data ilmiah yang solid dengan tindakan yang dikelola dengan baik. WWF juga mencari kerja sama antara organisasi nonpemerintah, pemerintah daerah, dan penduduk lokal."

Perjuangan Melawan Krisis Lingkungan

Krisis keanekaragaman hayati saat ini menjadi salah satu masalah terpenting di dunia. Menurut laporan WWF, laju kepunahan satwa liar semakin cepat akibat aktivitas manusia. Perburuan, perdagangan ilegal, kerusakan habitat, serta perubahan iklim menjadi penyebab dari banyaknya spesies yang hampir punah. 

WWF aktif melawan perdagangan satwa liar ilegal, bekerja sama dengan aparat penegak hukum, organisasi internasional, hingga masyarakat lokal untuk menghentikan praktik ilegal tersebut. 

Tidak hanya itu, WWF juga mendorong kebijakan publik yang lebih ramah lingkungan. Mereka mendesak pemerintah di berbagai negara agar memperkuat aturan konservasi dan mengalokasikan dana yang cukup untuk menjaga kawasan lindung. Tanpa dukungan kebijakan, upaya di lapangan akan sulit bertahan lama.

"Konservasi hutan berkaitan erat dengan beberapa masalah paling mendesak yang kita hadapi: perubahan iklim, hilangnya spesies, kebakaran hutan, korupsi, dan tata kelola yang lemah. WWF mengadvokasi dan mobilisasi sumber daya untuk konservasi, pengelolaan, dan restorasi ekosistem kritis seperti Amazon dan Cekungan Kongo, termasuk melalui  debt-for-nature swap di bawah Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis dan Terumbu Karang yang inovatif," tulis WWF dalam laman resminya. 

Salah satu contoh keberhasilan proyek WWF dapat dilihat di Sumatra, Indonesia. WWF terlibat dalam program konservasi di kawasan Bukit Tiga Puluh, yang menjadi rumah bagi gajah Sumatra, harimau Sumatra, dan orangutan. 

Pada tahun 2015, WWF Indonesia berhasil mendapatkan izin untuk mengelola lebih dari 100.000 ha hutan di Bukit Tigapuluh. Lahan itu sebelumnya direncanakan untuk konsesi penebangan.

Kini, hutan itu dialihkan untuk konservasi jangka panjang melalui skema restorasi ekosistem. Melalui PT Alam Bukit Tigapuluh, WWF dan mitranya berupaya mengembalikan fungsi hutan yang rusak. Mereka menanam kembali pohon-pohon, memantau populasi satwa, serta memberdayakan masyarakat setempat agar terlibat dalam menjaga hutan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore