
Presiden Trump dan Presiden Putin berjabat tangan usai pertemuan untuk menegosiasikan berakhirnya perang di Ukraina. (Kevin Lamarque/Reuters).
JawaPos.com - Rusia kembali melontarkan peringatan keras kepada Barat terkait upaya pembahasan jaminan keamanan untuk Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menegaskan, setiap langkah untuk menyelesaikan konflik tanpa melibatkan Moskow hanyalah 'jalan buntu'.
“Kami tidak bisa menerima jika kini keamanan kolektif hendak diatur tanpa Federasi Rusia. Itu tidak akan berhasil,” kata Lavrov, Rabu (20/8).
“Di Barat, khususnya di Amerika Serikat, mereka paham betul bahwa membicarakan keamanan tanpa Rusia adalah utopia," lanjutnya mengutip via Al-Jazeera.
Pernyataan Lavrov muncul hanya dua hari setelah Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersama sejumlah pemimpin Eropa di Gedung Putih.
Pertemuan itu berlangsung tak lama setelah Trump sendiri bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, dalam upaya mendorong kedua pihak menuju penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Lavrov juga menuding para pemimpin Eropa melakukan 'upaya kikuk' untuk mengubah posisi Trump mengenai Ukraina. Menurutnya, pertemuan di Washington tidak menghasilkan ide konstruktif, melainkan hanya meningkatkan eskalasi.
Sementara itu, Kepala Staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, mengungkapkan bahwa Kyiv sudah memulai koordinasi intensif dengan penasihat keamanan nasional dari Jerman, Italia, Prancis, Inggris, Finlandia, serta Uni Eropa dan NATO.
Langkah itu bertujuan memperkuat jaminan militer bagi Ukraina serta mencegah agresi di masa depan.
“Segera setelah kembali dari Washington, saya langsung mengadakan koordinasi panjang dengan para penasihat keamanan nasional Eropa dan NATO,” ujar Yermak melalui Telegram.
Ia menambahkan bahwa tim militer Ukraina sudah bekerja merancang komponen pertahanan dari jaminan keamanan tersebut.
Yermak juga memperingatkan bahwa jika Rusia terus menunda proses perdamaian, maka Moskow harus merasakan 'tekanan dunia yang benar-benar menyakitkan'.
Meski begitu, ia menegaskan Ukraina tetap terbuka untuk 'format pembicaraan apapun demi mengakhiri perang secara jujur', sembari menyampaikan terima kasih kepada Trump, mitra Eropa, dan NATO atas dukungan mereka.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
