Warga menyaksikan banjir bandang di Mingora, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut pada hari Jumat. (Naveed Ali/AP).
JawaPos.com - Bencana alam kembali melanda Asia Selatan. Sedikitnya 157 orang dilaporkan tewas setelah hujan ekstrem memicu banjir bandang di wilayah barat laut Pakistan serta di Kashmir yang dikuasai India.
Ribuan warga lainnya masih hilang, sementara tim penyelamat terus berjibaku mengevakuasi korban dari desa-desa yang terendam.
Di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, juru bicara layanan darurat Mohammad Suhail mengungkapkan, 78 jenazah ditemukan di Distrik Buner pada Jumat siang, disusul 79 korban lainnya yang berhasil dievakuasi dari puing-puing rumah yang ambruk.
“Jumlah korban bisa terus bertambah, karena puluhan warga masih hilang,” ujar Suhail dikutip via Guardian.
Sejak 26 Juni lalu, total korban tewas akibat hujan deras di Pakistan sudah mencapai 556 orang. Situasi makin genting setelah sebuah helikopter pembawa bantuan jatuh di Distrik Bajaur akibat cuaca buruk, menewaskan lima awaknya.
Pemerintah setempat pun menetapkan status darurat di sejumlah wilayah, sementara ribuan penduduk dievakuasi dengan perahu dan helikopter.
Bencana serupa juga melanda Kashmir yang dikuasai India. Di Desa Chositi, Distrik Kishtwar, 60 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih hilang.
Foto dan video yang beredar memperlihatkan rumah-rumah hancur, kendaraan terseret arus, serta peralatan rumah tangga berserakan di jalanan berlumpur.
Operasi pencarian korban sempat terhenti pada Kamis malam, namun kembali dilanjutkan pada Jumat pagi dengan bantuan jembatan darurat dan puluhan alat berat.
Para pejabat setempat menuturkan, hujan deras diprediksi masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, menambah risiko banjir susulan dan longsor. Akibatnya, ribuan peziarah Hindu yang sedang melakukan perjalanan ke sebuah kuil gunung terpaksa dievakuasi.
Fenomena cloudburst atau hujan deras yang turun tiba-tiba dalam skala kecil ini semakin sering terjadi di kawasan Himalaya India dan Pakistan utara. Para ahli menilai meningkatnya intensitas curah hujan ekstrem ini tak lepas dari krisis iklim global serta pembangunan tak terkendali di wilayah pegunungan yang rentan.
Studi terbaru World Weather Attribution mencatat, curah hujan di Pakistan pada 24 Juni–23 Juli 2025 10–15 persen lebih tinggi dari biasanya akibat pemanasan global.
Situasi ini mengingatkan pada tragedi monsun 2022, ketika lebih dari 1.700 orang meninggal dan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai USD 40 miliar.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
