
Ilustrasi sinaps buatan berbasis bahan organik yang mampu berkomunikasi dengan sel hidup, menggambarkan jembatan antara otak biologis dan sistem komputasi hemat energi. (Dok. SciTechDaily)
JawaPos.com – Otak manusia menyimpan sejuta keajaiban. Salah satunya adalah jumlah sambungan saraf yang disebut sinaps.
Jumlah sinaps diperkirakan mencapai 100 triliun, jauh lebih banyak daripada jumlah bintang di galaksi Bima Sakti yang “hanya” sekitar 100 hingga 400 miliar.
Sinaps inilah yang memungkinkan otak belajar, mengingat, sekaligus bekerja jauh lebih efisien dibanding komputer tercanggih sekalipun.
Menurut laporan dari Stanford News, sekelompok peneliti di Stanford University tengah berupaya meniru kemampuan luar biasa otak manusia tersebut.
Mereka mengembangkan sinaps buatan dengan memanfaatkan semikonduktor organik, yaitu material sintetis yang murah namun mampu menghantarkan sekaligus menghambat aliran listrik. Teknologi ini berpotensi besar melahirkan komputer bergaya otak atau yang dikenal dengan sebutan neuromorphic computing.
Alberto Salleo, ilmuwan material sekaligus Deputi Direktur Sains dan Teknologi di SLAC National Accelerator Laboratory, menjelaskan bahwa sinaps buatan ini dapat melakukan operasi matematika dengan konsumsi energi yang jauh lebih hemat.
"Saat kebutuhan komputasi meningkat, kebutuhan energi pun naik lebih tajam. Itu bisa menjadi beban besar bagi sumber daya energi sekaligus menimbulkan masalah lingkungan," ujarnya, dikutip dari Stanford News.
Tidak hanya untuk komputer cerdas, riset ini juga membuka jalan bagi pengembangan perangkat medis, antarmuka otak-mesin, hingga alat penelitian baru untuk ilmu saraf.
Bahkan, versi terbaru dari sinaps buatan tersebut mampu berkomunikasi langsung dengan sel hidup, sebuah terobosan yang makin mendekatkan dunia teknologi dengan biologi.
Salleo menambahkan, banyak orang mungkin belum akrab dengan bidang ilmu material. Padahal, disiplin ini merupakan gabungan dari kimia, fisika, hingga biologi, dan berakar dari studi metalurgi atau ilmu tentang logam.
“Sebagai ilmuwan material, kami bekerja dengan semua jenis material, mencari cara terbaik untuk mengolahnya agar menghasilkan sifat yang paling berguna,” katanya.
Dari sinaps otak hingga sinaps buatan, riset ini menunjukkan betapa erat kaitan antara sains, teknologi, dan kehidupan manusia. Bisa jadi, di masa depan, komputer yang “berpikir” layaknya otak manusia bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. (*)

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
