
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6). (YouTube TV Parlemen)
JawaPos.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kembali memastikan kabar adanya perundingan Indonesia dengan Israel mengenahi pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza tidak benar. Pernyataan ini merujuk pada pemberitaan yang disampaikan oleh Times of Israel yang menyebut jika Israel tengah berunding dengan lima negara terkait upaya pemindahan warga Gaza ini.
Kelima negara tersebut meliputi Indonesia, Somaliland, Uganda, South Sudan and Libya. Bahkan, seorang sumber diplomatik menyebut, jika Indonesia dan Somaliland menjadi pihak yang paling terbuka terhadap gagasan pemindahan ini meski belum ada keputusan konkret yang diambil.
"Beberapa negara menunjukkan keterbukaan yang lebih besar dibanding sebelumnya untuk menerima imigrasi sukarela dari Jalur Gaza," sebut sumber tersebut.
Merespons hal tersebut, Kemlu membantah tegas adanya perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Israel mengenai pemindahan warga Gaza ini. "Mengenai pertanyaan di atas, bisa saya sampaikan bahwa tidak ada pembicaraan dengan Israel," tegas Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela di Jakarta, Kamis (14/8).
Isu pemindahan warga Gaza ini kembali ramai mengemuka setelah Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel mengumumkan, bahwa ia telah tiba di Sudan Selatan. Salah satu negara yang disebut-sebut setuju menampung warga Gaza ini.
Dalam unggahannya, Rabu, Haskel menyatakan dirinya telah bertemu dengan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit, Menteri Luar Negeri Monday Semaya Kumba, dan pejabat lainnya. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman diplomatik, serta mengunjungi pusat trauma Israel yang disebutnya “telah menyelamatkan puluhan nyawa anak-anak.”
Sementara itu, dalam wawancara dengan saluran i24News pada Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyatakan dukungannya terhadap pemindahan massal warga Gaza ini. Netanyahu mengatakan Israel sedang berkomunikasi dengan beberapa negara terkait penerimaan warga sipil yang mengungsi dari wilayah yang dilanda perang itu.
"Saya pikir ini adalah hal yang paling wajar. Semua yang peduli pada rakyat Palestina dan mengatakan ingin membantu mereka, seharusnya membuka pintu bagi mereka. Mengapa kalian berkhotbah kepada kami? Kami tidak mengusir mereka, kami memberi mereka kesempatan untuk pergi. Pertama-tama dari zona pertempuran, dan juga dari Jalur Gaza itu sendiri, jika mereka mau," tuturnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
