
Ilustrasi aksi solidaritas untuk Palestina. Kebebasan menyuarakan kemendekaan Palestina di TikTok terancam seiring penunjukan eks tentara Israel sebagai petinggi TikTok. (AAMIR QURESHI)
JawaPos.com - TikTok, platform media sosial yang selama ini menjadi salah satu medium terbesar untuk menyuarakan dukungan bagi masyarakat Palestina, tengah menuai kritik tajam.
Sorotan tersebut datang usai TikTok menunjuk Erica Mindel sebagai Public Policy Manager di bidang kebijakan ujaran kebencian di AS.
Alasannya, Mindel diketahui memiliki latar belakang sebagai instruktur di Korps Lapis Baja Unit Juru Bicara Militer Israel, sebelum berkarir di Departemen Luar Negeri AS.
Pengangkatan ini memicu kekhawatiran luas di media sosial, khususnya di kalangan aktivis pro-Palestina, yang menilai keputusan tersebut berpotensi membungkam narasi pro-Palestina di TikTok.
Sejumlah warganet menuding TikTok telah 'menyerah pada tekanan' kelompok lobi seperti Anti-Defamation League (ADL), yang dikenal kerap melabeli gerakan pro-Palestina sebagai antisemitisme.
Menurut laporan Jewish Insider, posisi yang kini diisi Mindel dibentuk setelah pertemuan tingkat tinggi yang diinisiasi ADL pada tahun lalu. ADL bahkan menyambut baik pengangkatan ini melalui unggahan di X.
Namun, ADL sendiri telah dinyatakan 'umumnya tidak dapat diandalkan' oleh editor Wikipedia dalam isu Israel-Palestina dan antisemitisme, menyusul catatan historisnya yang kontroversial.
TikTok selama ini menjadi sorotan politik di AS karena banjir konten pro-Palestina yang dinilai mempengaruhi opini publik, terutama di kalangan generasi muda.
Sejumlah politisi, termasuk Senator Mitt Romney, menuduh platform ini menjadi saluran narasi yang merugikan citra Israel.
Pada awal 2024, Kongres AS bahkan mengesahkan RUU untuk memaksa ByteDance, induk TikTok, menjual platform tersebut ke perusahaan AS atau menghadapi larangan.
Penunjukan Mindel datang di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap TikTok, termasuk pengenalan kembali RUU STOP HATE Act oleh anggota parlemen AS yang menggandeng CEO ADL.
Langkah ini dikhawatirkan memperketat pengawasan konten di platform tersebut, terutama yang berkaitan dengan isu Palestina.
Dengan basis pengguna global yang besar, khususnya di kalangan muda, TikTok menjadi arena penting pertempuran narasi digital.
Kini, banyak pihak mempertanyakan apakah ruang bagi dukungan pro-Palestina di platform tersebut akan tetap terjaga di tengah dinamika politik dan tekanan lobi yang semakin kuat.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
