Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 20.05 WIB

TikTok Angkat Mantan Tentara Israel Jadi Bos di Perusahaannya, Dukungan Pro-Palestina di Media Sosial Terancam!

Ilustrasi aksi solidaritas untuk Palestina. Kebebasan menyuarakan kemendekaan Palestina di TikTok terancam seiring penunjukan eks tentara Israel sebagai petinggi TikTok. (AAMIR QURESHI) - Image

Ilustrasi aksi solidaritas untuk Palestina. Kebebasan menyuarakan kemendekaan Palestina di TikTok terancam seiring penunjukan eks tentara Israel sebagai petinggi TikTok. (AAMIR QURESHI)

JawaPos.com - TikTok, platform media sosial yang selama ini menjadi salah satu medium terbesar untuk menyuarakan dukungan bagi masyarakat Palestina, tengah menuai kritik tajam. 

Sorotan tersebut datang usai TikTok menunjuk Erica Mindel sebagai Public Policy Manager di bidang kebijakan ujaran kebencian di AS.

Alasannya, Mindel diketahui memiliki latar belakang sebagai instruktur di Korps Lapis Baja Unit Juru Bicara Militer Israel, sebelum berkarir di Departemen Luar Negeri AS.

Pengangkatan ini memicu kekhawatiran luas di media sosial, khususnya di kalangan aktivis pro-Palestina, yang menilai keputusan tersebut berpotensi membungkam narasi pro-Palestina di TikTok

Sejumlah warganet menuding TikTok telah 'menyerah pada tekanan' kelompok lobi seperti Anti-Defamation League (ADL), yang dikenal kerap melabeli gerakan pro-Palestina sebagai antisemitisme.

Menurut laporan Jewish Insider, posisi yang kini diisi Mindel dibentuk setelah pertemuan tingkat tinggi yang diinisiasi ADL pada tahun lalu. ADL bahkan menyambut baik pengangkatan ini melalui unggahan di X. 

Namun, ADL sendiri telah dinyatakan 'umumnya tidak dapat diandalkan' oleh editor Wikipedia dalam isu Israel-Palestina dan antisemitisme, menyusul catatan historisnya yang kontroversial.

TikTok selama ini menjadi sorotan politik di AS karena banjir konten pro-Palestina yang dinilai mempengaruhi opini publik, terutama di kalangan generasi muda.

Sejumlah politisi, termasuk Senator Mitt Romney, menuduh platform ini menjadi saluran narasi yang merugikan citra Israel. 

Pada awal 2024, Kongres AS bahkan mengesahkan RUU untuk memaksa ByteDance, induk TikTok, menjual platform tersebut ke perusahaan AS atau menghadapi larangan.

Penunjukan Mindel datang di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap TikTok, termasuk pengenalan kembali RUU STOP HATE Act oleh anggota parlemen AS yang menggandeng CEO ADL.

Langkah ini dikhawatirkan memperketat pengawasan konten di platform tersebut, terutama yang berkaitan dengan isu Palestina.

Dengan basis pengguna global yang besar, khususnya di kalangan muda, TikTok menjadi arena penting pertempuran narasi digital.

Kini, banyak pihak mempertanyakan apakah ruang bagi dukungan pro-Palestina di platform tersebut akan tetap terjaga di tengah dinamika politik dan tekanan lobi yang semakin kuat.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore