Foto viral dengan narasi pelatih lumba-lumba bernama Jessica Radcliffe tewas diserang paus orca. (Facebook)
JawaPos.com - Fenomena video viral di media sosial kembali memicu perbincangan publik. Kali ini, muncul rekaman yang mengklaim menunjukkan pelatih orca bernama Jessica Radcliffe tewas diserang paus pembunuh di sebuah pertunjukan.
Video tersebut ramai beredar di TikTok, X, Facebook dan Instagram. Konten hoaks tersebut juga memicu kepanikan sekaligus rasa penasaran warganet.
Faktanya, video itu sepenuhnya palsu. Dikutip via Forbes, berdasarkan penelusuran ahli forensik digital, tidak ada pelatih bernama Jessica Radcliffe, dan insiden tersebut tidak pernah terjadi.
Hasil penelusuran menunjukkan video itu merupakan produk rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan visual yang dibuat sedemikian meyakinkan, sehingga tampak seperti berita sungguhan.
Lantas, mengapa video hoaks AI begitu mudah diterima dan dicerna mentah-mentah oleh mereka yang melihat?
Pakar perilaku manusia menjelaskan, kita punya kecenderungan alami untuk mempercayai apa yang kita lihat, apalagi jika disajikan dengan narasi dramatis dan visual meyakinkan.
Secara psikologis, otak manusia memproses informasi visual lebih cepat daripada teks. Artinya, sebelum kita sempat berpikir kritis, emosi kita sudah lebih dulu terpicu.
Menurut penelitian yang dikutip dari buku Morbidly Curious karya Coltan Scrivner, otak manusia bereaksi kuat terhadap berita negatif atau kejadian mengerikan karena dua alasan utama.
Pertama adalah naluri bertahan hidup. Kita secara refleks ingin memahami potensi ancaman, seolah sedang berlatih menghadapi bahaya di dunia nyata.
Kedua adalah daya tarik sensasi. Konten dramatis atau menyeramkan memicu rasa ingin tahu yang membuat kita sulit berpaling, mirip dorongan untuk melihat kecelakaan lalu lintas meski tahu itu tidak nyaman.
Media sosial memperkuat efek ini dengan algoritma yang memprioritaskan konten memicu emosi, sehingga video seperti hoaks Jessica Radcliffe lebih cepat menyebar.
Dengan teknologi AI yang mampu membuat gambar dan video realistis, batas antara fakta dan fiksi semakin kabur, memudahkan orang mencerna informasi palsu tanpa verifikasi.
Yang jelas, kasus hoaks Jessica Radcliffe menjadi pengingat bahwa di era AI, kemampuan fact-checking dan literasi digital menjadi keterampilan penting. Setiap konten yang terlihat terlalu dramatis atau memicu emosi ekstrem sebaiknya diperiksa kembali sumbernya sebelum dibagikan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
