Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 22.12 WIB

Australia Mau Akui Negara Palestina Secara Resmi di Forum PBB, Israel Mengecam, Netanyahu Sewot!

Seorang wanita Palestina tua memegang bendera Palestina selama protes di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza. Australia Berencana mengakui negara Palestina di forum PBB. (Mohammed Saber/EPA) - Image

Seorang wanita Palestina tua memegang bendera Palestina selama protes di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza. Australia Berencana mengakui negara Palestina di forum PBB. (Mohammed Saber/EPA)

JawaPos.com - Rencana Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese untuk mengakui Palestina di Majelis Umum PBB bulan depan menuai kritik keras dari Israel.

PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut langkah Australia dan negara-negara Barat lain sebagai 'delusi' yang tidak akan membawa perdamaian di Timur Tengah.

“Melihat negara-negara Eropa dan Australia masuk ke lubang kelinci itu begitu saja, saya rasa ini memalukan, tapi tidak akan mengubah posisi kami,” ujar Netanyahu kepada wartawan.

Hal serupa disampaikan Duta Besar Israel untuk Australia Amir Maimon. Ia menegaskan bahwa pengakuan tersebut tidak akan mengubah 'realitas di lapangan' dan justru berisiko meningkatkan posisi Hamas di Palestina.

“Perdamaian tidak tercapai melalui deklarasi, tetapi ketika pihak yang memilih jalur teror meninggalkannya, dan ketika kekerasan serta hasutan berakhir,” kata Maimon dalam pernyataannya dikutip via ABC.

Oposisi Australia juga menolak langkah pemerintah. Pemimpin Oposisi Sussan Ley menilai pengakuan Palestina saat ini sama saja dengan memberi 'hadiah' kepada Hamas, yang masih menguasai Gaza. 

Ia mengingatkan, selama ini posisi bipartisan Australia adalah menunggu pengakuan negara Palestina hingga proses perundingan damai selesai.

“Anthony Albanese telah berkomitmen mengakui Palestina sementara sandera masih berada di terowongan Gaza dan Hamas masih berkuasa di sana,” tegas Ley.

Ley juga menekankan bahwa keputusan sepihak ini membuat Australia tidak sejalan dengan sekutu terpentingnya, Amerika Serikat, yang menilai pengakuan dini tidak akan mempercepat berakhirnya perang atau tercapainya solusi dua negara.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore