Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 16.21 WIB

NASA Tancap Gas! Amerika Kejar Tiongkok dan Rusia Bangun Reaktor Nuklir di Bulan

Bulan diperkirakan akan menjadi medan baru bagi pemanfaatan energi nuklir, terutama melalui teknologi mikroreaktor.  (France24) - Image

Bulan diperkirakan akan menjadi medan baru bagi pemanfaatan energi nuklir, terutama melalui teknologi mikroreaktor. (France24)

JawaPos.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui NASA berambisi mengalahkan Tiongkok dan Rusia dalam perlombaan membangun reaktor nuklir pertama di permukaan bulan. Peluncuran reaktor tersebut ditargetkan paling lambat akhir 2029.

Penegasan itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Administrator NASA. Dalam memo tertanggal 31 Juli 2025, Duffy menyatakan, “AS harus menempatkan pembangkit listrik tenaga nuklir kecil di bulan sebelum Tiongkok dan Rusia melakukannya.”

Dilansir dari France24 , Rabu (6/8/2025), Duffy memperingatkan bahwa Tiongkok dan Rusia menargetkan peluncuran reaktor nuklir untuk mendukung pangkalan bersama mereka di bulan pada pertengahan 2030-an. 

Dia juga mewanti-wanti risiko dominasi geopolitik di luar angkasa. “Negara pertama yang berhasil bisa saja menetapkan zona larangan masuk yang akan sangat menghambat kehadiran Artemis jika AS tidak lebih dulu berada di sana,” ujarnya, merujuk pada program eksplorasi bulan NASA.

Duffy telah memerintahkan NASA untuk mengeluarkan permintaan proposal kepada sektor industri dalam waktu 60 hari. Reaktor tersebut harus mampu menghasilkan daya minimal 100 kilowatt, cukup untuk menyuplai listrik ke sekitar 80 rumah tangga di AS. Rencananya, reaktor akan diangkut menggunakan pendarat kelas berat dengan kapasitas muatan hingga 15 metrik ton.

Proyek ini merupakan bagian dari program Fission Surface Power NASA yang mengandalkan teknologi mikroreaktor. Namun hingga kini, belum ada satu pun mikroreaktor yang mendapat lisensi dari Komisi Regulasi Nuklir AS. 

Sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat menerbitkan sejumlah perintah eksekutif untuk mempercepat komersialisasi reaktor nuklir berukuran kecil.

Langkah ambisius ini diambil di tengah ketidakpastian anggaran NASA, setelah pemerintahan Trump mengusulkan pemangkasan dana secara signifikan. 

Sementara itu, posisi Administrator NASA hingga kini belum dikonfirmasi oleh Senat, menyusul pencabutan calon sebelumnya akibat perseteruan antara Gedung Putih dan CEO SpaceX, Elon Musk.

Menurut laporan Politico, Duffy ditunjuk sebagai pelaksana tugas Administrator NASA pada Mei lalu setelah pencalonan kandidat sebelumnya dibatalkan. Meski baru menjabat, dia langsung bergerak cepat mendorong prioritas baru NASA. 

Peluncuran reaktor ini diharapkan menjadi simbol keunggulan strategis AS di luar angkasa dalam menghadapi ambisi saingannya di Asia dan Eropa Timur.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore