Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 16.45 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim Didemo Agar Turun Jabatan, Ternyata ini Pemicunya

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (X @anwaribrahim) - Image

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (X @anwaribrahim)

JawaPos.com - Ribuan warga turun ke jalan di Kuala Lumpur pada Sabtu, 26 Juli 2025, kemarin untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Aksi ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap lonjakan biaya hidup dan kegagalan pemerintah memenuhi janji-janji reformasi.

Demonstrasi besar ini memperlihatkan tekanan yang semakin berat terhadap kepemimpinan Anwar sejak menjabat pada November 2022.

Para pengunjuk rasa mengenakan kaus hitam dan bandana bertuliskan “Turun Anwar” atau “Mundur Anwar” saat berbaris di jantung ibu kota. Mereka kemudian berkumpul di Lapangan Kemerdekaan untuk mendengarkan pidato dari sejumlah tokoh oposisi terkemuka. Menurut polisi, sedikitnya 18.000 orang hadir dalam aksi tersebut.

Anwar sebelumnya mengusung agenda reformasi yang menjanjikan transparansi dan pemulihan ekonomi. Namun, kebijakan pemerintah yang memperluas pajak penjualan dan jasa serta melakukan penyesuaian subsidi justru menuai kecaman. Banyak yang menilai langkah ini berisiko memperburuk daya beli masyarakat dengan meningkatkan harga-harga kebutuhan pokok.

Untuk meredam keresahan publik, Anwar pekan ini mengumumkan serangkaian kebijakan bantuan, termasuk pemberian tunai langsung dan peningkatan dukungan bagi rumah tangga miskin, serta berjanji akan menurunkan harga bahan bakar. Namun, respons tersebut belum cukup menenangkan sebagian warga.

“Pajak-pajak ini dibebankan kepada produsen, sehingga secara otomatis akan memengaruhi harga pangan,” kata Nur Shahirah Leman, seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang tergabung dalam kelompok mahasiswa Islam, dikutip dari Reuters, Minggu (27/7).

Selain kritik ekonomi, Anwar juga diterpa tuduhan campur tangan dalam sistem peradilan. Beberapa jaksa diketahui mencabut tuntutan korupsi terhadap tokoh-tokoh yang dekat dengan pemerintah.

Penundaan penunjukan hakim-hakim tinggi negara pun menambah keraguan publik atas komitmen Anwar terhadap pemberantasan korupsi. Meski begitu, Anwar telah berulang kali membantah bahwa ia mencampuri urusan pengadilan.

Di tengah situasi panas ini, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad turut hadir dalam demonstrasi. Ia mengecam Anwar karena dianggap menyalahgunakan kekuasaan untuk menyerang lawan politik.

“Mereka yang tidak bersalah akan didakwa, mereka yang berbuat salah akan dibebaskan,” kata Mahathir kepada massa.

Mahathir dan Anwar memiliki sejarah panjang sebagai sekutu yang kemudian berubah menjadi rival sengit. Keduanya sempat berdamai pada 2018 untuk menjatuhkan pemerintahan Barisan Nasional, namun koalisi itu tak bertahan lama dan ambruk akibat konflik internal.

Kini, di tengah tekanan sosial dan politik yang memuncak, posisi Anwar Ibrahim sebagai pemimpin negeri sedang diuji oleh rakyat yang menagih janji perubahan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore