
Berbagai makanan kemasan dengan warna-warna cerah buatan, menggambarkan penggunaan luas pewarna sintetis. (Freepik)
JawaPos.com - Pewarna cerah seperti merah dan kuning dalam makanan Amerika bukan sekadar estetika belaka. Pewarna tersebut berfungsi sebagai pendorong perilaku yang dirancang untuk membuat makanan ultra-proses tidak bisa ditolak. Sebuah studi menemukan bahwa satu di antara lima produk makanan dan minuman di Amerika Serikat mengandung pewarna sintetis.
Tingkat penggunaan pewarna ini bahkan lebih tinggi pada produk yang dipasarkan khusus untuk anak-anak. Melansir dari VegOutMag.com Selasa (22/7), penelitian yang dipimpin Dr. Elizabeth Dunford ini mengungkap fakta mengejutkan. Banyak produk dengan pewarna sintetis juga memiliki kandungan gula tinggi.
Pengguna Utama dan Kombinasi Berbahaya
Ferrero dan Mars sebagai produsen permen, serta PepsiCo sebagai raksasa minuman, termasuk pengguna pewarna sintetis yang sering. Banyak produk dengan pewarna ini juga tinggi gula, kombinasi yang berkaitan dengan hasil kesehatan buruk. Dr. Dunford mengungkapkan kekecewaannya atas prevalensi pewarna tersebut.
Tindakan Negara Lain dan Larangan FDA
Inggris telah membatasi aditif tertentu, sementara Uni Eropa mewajibkan label peringatan untuk beberapa pewarna. FDA baru-baru ini melarang Red No. 3 karena kaitannya dengan kanker pada tikus percobaan. Ini menunjukkan kepedulian global terhadap masalah ini.
Dampak pada Anak-anak dan Perdebatan Ilmiah
Yellow 5 dikaitkan dengan peningkatan iritabilitas serta kegelisahan pada anak-anak. Ini berpotensi memperburuk gejala ADHD yang sudah ada pada mereka. Para kritikus berpendapat kurangnya studi skala besar pada manusia tidak membenarkan penggunaan pewarna ini.
Tujuan Pewarna dan Panggilan untuk Penghapusan
Pewarna sintetis tidak memberikan manfaat nutrisi atau peningkatan rasa pada makanan. Mereka hanya bertujuan membuat makanan ultra-proses lebih menarik secara visual. Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy Jr. menyerukan penghapusan senyawa berbasis petroleum ini.
Janji Perusahaan dan Skeptisisme Ahli
Beberapa perusahaan besar seperti General Mills dan Kraft Heinz telah berjanji menghilangkan pewarna sintetis dari produk mereka. Namun, Dr. Thomas Galligan dari Center for Science in the Public Interest menyatakan skeptisisme. Banyak perusahaan sebelumnya gagal menepati janji serupa.
Manfaat Penghapusan dan Alternatif Alami
Penghapusan warna buatan dapat mengurangi daya tarik visual makanan ultra-proses. Ini membuat makanan utuh menjadi lebih menarik dan sehat. Warna alami dari buah dan sayuran menawarkan daya tarik visual plus nutrisi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
