
Foto: Serangan Israel ke Suriah. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Setelah empat hari bentrokan sengit antara militer Suriah dan kelompok bersenjata Druze di provinsi Sweida, Suriah, pasukan pemerintah akhirnya mundur dari wilayah mayoritas Druze tersebut.
Presiden Suriah mengumumkan keputusan ini sebagai langkah untuk menghindari perang yang lebih luas dan memberi ruang bagi kelompok Druze untuk mengatur urusan keamanannya sendiri.
Dalam pidato yang disiarkan pada Kamis (17/7), Presiden Ahmed al-Sharaa mengatakan, pihaknya memilih kepentingan rakyat Suriah daripada kekacauan dan kehancuran.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah berusaha menghindari konflik baru yang dapat menghambat proses pemulihan negara dari perang panjang sebelumnya.
Ketegangan bermula dari konflik lokal antara suku Arab Badui dan milisi Druze yang kemudian meluas hingga menarik intervensi tentara Suriah.
Ketika pasukan pemerintah mencoba masuk ke Sweida, mereka disambut serangan balik dari kelompok Druze, memicu pertempuran yang menewaskan lebih dari 350 orang, menurut laporan Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.
Situasi ini memicu perhatian internasional. Militer Israel turut melancarkan serangan ke markas Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus serta sejumlah target militer di selatan negara itu.
Dilansir via Guardian, seorang juru bicara militer Israel menyebut serangan ini sebagai 'pesan' langsung kepada Presiden Suriah terkait konflik di Sweida.
Dalam pidatonya, Sharaa mengecam keras serangan Israel yang menurutnya menargetkan fasilitas sipil dan pemerintah secara luas.
Ia menyebut bahwa eskalasi ini bisa berubah menjadi perang besar jika tidak dihentikan oleh upaya mediasi dari Amerika Serikat, negara-negara Arab, dan Turki.
Bentrokan ini menjadi tantangan paling serius terhadap otoritas Damaskus sejak serangkaian kekerasan di barat laut Suriah pada Maret lalu, yang menewaskan 1.500 warga sipil, mayoritas dari komunitas Alawite.
Kelompok Druze sendiri merupakan minoritas agama di Suriah dan kawasan Timur Tengah. Mereka telah lama bernegosiasi dengan pemerintah baru yang dikuasai kelompok Islamis sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad, untuk memperoleh otonomi.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan final mengenai hubungan mereka dengan negara.
Seorang insinyur sipil muda di Sweida menyatakan kekecewaannya, "Saya lebih baik mati daripada diperintah oleh mereka. Setidaknya saya mati dengan harga diri," katanya, setelah dua sepupunya tewas dalam konflik baru-baru ini.
Namun sebagian tokoh Druze, termasuk pemimpin spiritual Youssef Jarboua, mendorong pendekatan damai dengan Damaskus.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
