
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menghadiri tradisi Patah Panah yang mengakhiri konflik 2 suku di Papua Pegunungan. (Kodam XVII/Cenderawasih)
JawaPos.com - Konflik antara Suku Lanny dengan Suku Yali di wilayah Papua Pegunungan berakhir. Kedua pihak sepakat berdamai melalui tradisi Patah Panah pada Sabtu (23/5). Pelaksanaan tradisi tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.
Dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin (25/5), melalui prosesi adat tersebut kedua pihak menyatakan komitmen untuk menghentikan konflik dan kembali menjaga hubungan persaudaraan demi terciptanya kedamaian di wilayah Papua Pegunungan.
Tradisi Patah Panah adalah simbol jalan damai yang sudah dipilih untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dan menjaga masa depan masyarakat Papua. Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Mayjen Febriel menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh adat, pemerintah daerah, serta masyarakat dari kedua suku.
”Kodam XVII/Cenderawasih mengapresiasi semua pihak yang telah duduk bersama untuk mewujudkan perdamaian ini,” kata dia.
Baca Juga:Pemprov Jatim Kucurkan Bansos Rp 1,8 Miliar di Kediri, Buruh Rokok hingga Disabilitas Kebagian
Kepada semua pihak di Papua, jenderal bintang dua TNI AD itu mengajak mereka bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan damai. Dengan begitu pembangunan di Papua dapat berjalan dan ikhtiar meningkatkan kesejahteraan masyarakat tercapai.
”Mari sama-sama kita jaga Papua tetap damai dan aman, sehingga masyarakat bisa hidup sejahtera dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ajaknya.
Selain menyaksikan secara langsung tradisi Patah Panah, Febriel juga turut hadir dalam pelaksanaan ibadah di Gereja GIDI Jemaat Kalvari Wamena, Jalan JB. Wenas, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya pada Minggu (24/5). Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan terima kasih kepada pengurus gereja dan seluruh jemaat.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus gereja dan seluruh jemaat GIDI Kalvari Wamena. Ini merupakan sukacita yang luar biasa karena saya dapat melaksanakan ibadah bersama seluruh jemaat pada hari ini,” terang dia.
Febriel juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak apabila selama ini masih ada oknum prajurit TNI yang melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hati masyarakat. Dia berharap Papua Pegunungan terus diliputi kedamaian dan sukacita dan seluruh masyarakat selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
