
Momen ketika warga Druze dari Suriah dan Israel menggelar unjuk rasa di perbatasan Israel–Suriah di Dataran Tinggi Golan pada 16 Juli 2025. (AP Photo/Leo Correa).
JawaPos.com - Konflik terbaru di Suriah kembali memanas setelah bentrokan antara komunitas Druze dan kelompok Sunni di Sweida memicu eskalasi kekerasan.
Gencatan senjata telah diumumkan, tetapi situasi tetap genting dengan keterlibatan militer Israel yang melancarkan serangan udara langsung ke jantung Damaskus.
Dilansir dari AP News, pemerintah Suriah melalui Kementerian Dalam Negeri dan pemimpin komunitas Druze mengumumkan gencatan senjata pada Rabu (16/7) setelah serangkaian bentrokan berdarah di provinsi Sweida, wilayah selatan Suriah.
Bentrokan ini dipicu oleh aksi penculikan dan kekerasan balasan antara suku Sunni Bedouin dan milisi bersenjata Druze yang kemudian diintervensi oleh pasukan pemerintah Suriah.
Meskipun konvoi militer pemerintah mulai ditarik dari Sweida, banyak pihak yang masih meragukan keberlangsungan gencatan senjata ini.
Sebelumnya, gencatan serupa yang diumumkan Selasa (15/7) gagal hanya dalam hitungan jam sebab tokoh penting Druze, Sheikh Hikmat Al-Hijri, menolak mendukung kesepakatan tersebut.
Eskalasi konflik ini turut memicu intervensi militer Israel dengan dalih melindungi komunitas Druze dan mengusir militan Islam dari perbatasan.
Israel melancarkan serangan udara ke Damaskus, termasuk menghantam markas Kementerian Pertahanan dan kawasan sekitar istana presiden. Tiga orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan ini.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa serangan menyakitkan telah dimulai dan menyatakan militer Israel siap meningkatkan tekanan bila pasukan Suriah tidak mundur dari kawasan dekat perbatasan.
“Tentara Israel akan terus menyerang pasukan rezim hingga mereka mundur dari wilayah tersebut dan juga akan segera meningkatkan tingkat respons terhadap rezim jika pesan ini tidak dipahami," ujar Katz dikutip dari AP News pada Kamis (17/7).
Sementara itu, warga Druze di dalam dan luar negeri dilanda ketakutan. Banyak keluarga kehilangan kontak dengan kerabat di Sweida dan laporan penjarahan, pembakaran rumah, hingga pembunuhan massal bermunculan.
“Mereka menembak suami saya di bagian pinggul, dari yang saya dengar. Ambulans membawanya ke rumah sakit. Sejak saat itu, kami tidak tahu apa yang terjadi,” jelas salah satu warga, Evelyn Azzam.
Syrian Observatory for Human Rights melaporkan lebih dari 300 korban tewas sejak awal minggu, termasuk anak-anak dan perempuan.
Situasi di Suriah masih jauh dari stabil. Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, ketidakpercayaan antarkelompok serta intervensi militer asing membuat prospek perdamaian tampak rapuh.
Komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio pada Rabu (16/7) mendesak Israel dan Suriah menahan diri dan mencari solusi damai karena situasi yang terjadi dianggap hanya kesalahpahaman.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
