Foto yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 1 Januari 2024 ini memperlihatkan pasukan Israel melakukan operasi militer di Jalur Gaza. (IDF/HO via Xinhua)
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara ke Damaskus, ibu kota Suriah, pada Kamis (17/7).
Target serangan mencakup gerbang markas besar militer Suriah dan area di dekat istana presiden. Ini merupakan hari ketiga berturut-turut Israel melakukan serangan ke wilayah Suriah.
Media pemerintah Suriah mengkonfirmasi adanya ledakan dahsyat di pusat kota. Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan 18 lainnya mengalami luka akibat serangan tersebut.
Dilansir dari ABC, serangan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik sektarian di selatan Suriah, tepatnya di kota Sweida, yang melibatkan bentrokan antara klan Bedouin dan milisi dari komunitas Druze.
Pemerintah Israel mengklaim serangan mereka ditujukan untuk melindungi warga Druze, kelompok minoritas agama yang juga memiliki komunitas besar di Israel.
Pemerintahan baru Suriah yang dipimpin oleh mantan militan Ahmed al-Sharaa mengecam keras tindakan Israel. Dalam pernyataan resminya, al-Sharaa menyebut serangan tersebut sebagai upaya sistematis untuk menciptakan kekacauan dan memperkeruh stabilitas nasional.
Sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun lalu, militer Israel telah aktif beroperasi di wilayah Suriah.
Bahkan, pasukan Israel dikabarkan sempat menyeberang langsung dari wilayah Golan Heights yang diduduki Israel menuju selatan Suriah, hanya beberapa jam setelah Assad digulingkan oleh kelompok pemberontak.
Sementara itu, spekulasi sempat berkembang bahwa pemimpin baru Suriah, al-Sharaa, sedang mempertimbangkan kesepakatan damai dengan Israel, yang bisa membuka jalan bagi normalisasi hubungan kedua negara.
Namun, serangan beruntun yang terjadi belakangan ini justru memperumit kemungkinan tersebut.
Dengan tidak adanya tanda-tanda de-eskalasi, para analis memperingatkan bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas.
Ketegangan antar komunitas serta intervensi militer lintas batas seperti ini semakin mengancam kestabilan kawasan yang sudah lama bergolak.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
