
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara dalam sebuah pertemuan di Ilam, Iran (12/6). ((Iran Presidential website WANA (West Asia News Agency)-Handout via REUTERS)
JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan terluka oleh serangan udara Israel, yang menargetkan pertemuan penting di Teheran selama perang 12 hari.
Menurut kantor berita Fars, Masoud Pezeshkian pada minggu lalu menuduh Israel mencoba membunuhnya selama perang.
Masoud Pezeshkian adalah salah satu pejabat yang berkumpul di fasilitas bawah tanah di Teheran pada tanggal 16 Juni, untuk menghadiri pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu.
Selama pertemuan tersebut, enam bom dijatuhkan Israel di lokasi tersebut dan Pezeshkian dikatakan menderita cedera di kakinya, saat ia dan pejabat lainnya melarikan diri melalui terowongan darurat.
Menurut media pemerintah Iran, serangan udara dengan bom tersebut mengenai dan menghalangi keenam titik masuk dan keluar utama, beserta sistem ventilasi.
Meskipun serangan itu menyebabkan fasilitas bawah tanah tanpa aliran listrik, Pezeshkian dan pejabat tinggi lainnya berhasil keluar dengan selamat.
Laporan tersebut memberikan rincian lebih lanjut, mengenai klaim Pezeshkian minggu lalu dalam sebuah wawancara dengan mantan pembawa acara Fox, Tucker Carlson.
Pezeshkian mengatakan, bahwa dirinya telah menjadi sasaran serangan udara dalam sebuah pertemuan berisiko tinggi yang dilakukan Israel.
"Mereka memang mencoba (membunuh), ya. Mereka bertindak sesuai rencana, tetapi gagal," kata Pezeshkian ketika ditanya apakah ia pernah menjadi target pembunuhan.
"Saya sedang rapat. Kami sedang membahas cara-cara untuk bergerak maju, tetapi intelijen yang mereka miliki, mereka mencoba membombardir area tempat kami mengadakan rapat," kenangnya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, membantah tuduhan tersebut, dan berdalih bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan perang 12 hari yang menargetkan fasilitas nuklir Teheran.
Rencana pembunuhan Pezeshkian, dilaporkan telah memicu penyelidikan internal atas bagaimana agen Israel mengetahui pergerakannya, dan lokasi pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Dewan ini berfungsi sebagai penguasa tertinggi Teheran, setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang juga menjadi target selama perang, sebelum Israel kehilangan jejaknya saat ia bersembunyi. (*)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
