Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 02.35 WIB

Presiden Iran Terluka Akibat Serangan Udara Israel di Tengah Perang 12 Hari

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara dalam sebuah pertemuan di Ilam, Iran (12/6). ((Iran Presidential website WANA (West Asia News Agency)-Handout via REUTERS) - Image

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara dalam sebuah pertemuan di Ilam, Iran (12/6). ((Iran Presidential website WANA (West Asia News Agency)-Handout via REUTERS)

JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan terluka oleh serangan udara Israel, yang menargetkan pertemuan penting di Teheran selama perang 12 hari.

Menurut kantor berita Fars, Masoud Pezeshkian pada minggu lalu menuduh Israel mencoba membunuhnya selama perang.

Masoud Pezeshkian adalah salah satu pejabat yang berkumpul di fasilitas bawah tanah di Teheran pada tanggal 16 Juni, untuk menghadiri pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu.

Selama pertemuan tersebut, enam bom dijatuhkan Israel di lokasi tersebut dan Pezeshkian dikatakan menderita cedera di kakinya, saat ia dan pejabat lainnya melarikan diri melalui terowongan darurat.

Menurut media pemerintah Iran, serangan udara dengan bom tersebut mengenai dan menghalangi keenam titik masuk dan keluar utama, beserta sistem ventilasi.

Meskipun serangan itu menyebabkan fasilitas bawah tanah tanpa aliran listrik, Pezeshkian dan pejabat tinggi lainnya berhasil keluar dengan selamat.

Laporan tersebut memberikan rincian lebih lanjut, mengenai klaim Pezeshkian minggu lalu dalam sebuah wawancara dengan mantan pembawa acara Fox, Tucker Carlson.

Pezeshkian mengatakan, bahwa dirinya telah menjadi sasaran serangan udara dalam sebuah pertemuan berisiko tinggi yang dilakukan Israel.

"Mereka memang mencoba (membunuh), ya. Mereka bertindak sesuai rencana, tetapi gagal," kata Pezeshkian ketika ditanya apakah ia pernah menjadi target pembunuhan.

"Saya sedang rapat. Kami sedang membahas cara-cara untuk bergerak maju, tetapi intelijen yang mereka miliki, mereka mencoba membombardir area tempat kami mengadakan rapat," kenangnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, membantah tuduhan tersebut, dan berdalih bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan perang 12 hari yang menargetkan fasilitas nuklir Teheran.

Rencana pembunuhan Pezeshkian, dilaporkan telah memicu penyelidikan internal atas bagaimana agen Israel mengetahui pergerakannya, dan lokasi pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Dewan ini berfungsi sebagai penguasa tertinggi Teheran, setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang juga menjadi target selama perang, sebelum Israel kehilangan jejaknya saat ia bersembunyi. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore