
Kamp tenda bagi warga Palestina yang mengungsi membentang di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di bagian barat Kota Gaza, Sabtu (21/6/2025).
JawaPos.com - Di balik gencarnya serangan brutal Israel ke Gaza, ada kisah konyol sekaligus ironis yang datang dari barisan tentaranya sendiri. Bayangkan, dari ratusan prajurit yang tewas sejak invasi darat ke Gaza dimulai 27 Oktober 2023 lalu, setidaknya 31 orang mati bukan di tangan musuh, melainkan ditembak kawannya sendiri.
Laporan ini disampaikan langsung oleh Army Radio, saluran militer resmi Israel, Jumat (11/7). Dari total 440 tentara Israel yang dikonfirmasi tewas dalam operasi darat, 72 di antaranya gugur karena 'insiden operasional'.
Termasuk kasus salah tembak juga dilaporkan banyak terjadi. Angka yang mencengangkan dan memperlihatkan betapa kacaunya koordinasi di lapangan.
Rinciannya cukup mengenaskan:
- 31 tentara tewas karena salah tembak alias friendly fire
- 23 tewas akibat insiden terkait amunisi
- 7 lainnya dilindas kendaraan tempur
- 6 ditembak dalam insiden yang tidak dijelaskan
Sisanya, 5 tentara dilaporkan tewas karena kecelakaan kerja, termasuk jatuh dan keliru menggunakan alat teknik. Demikian mengutip Middle East Monitor.
Salah satu insiden terbaru bahkan terjadi Kamis malam, meskipun detailnya masih dirahasiakan. Sejak serangan kembali digencarkan pada 18 Maret 2024, dua dari 32 tentara yang tewas juga masuk kategori 'insiden operasional', lagi-lagi bukan karena tembakan musuh.
Secara keseluruhan, data militer Israel mencatat 882 tentara tewas dan lebih dari 6.000 luka-luka sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Ironisnya, jumlah tentara yang mati konyol akibat kelalaian dan tembakan sendiri ini justru mencuat di tengah gelombang kritik dunia atas serangan Israel yang telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut otoritas kesehatan di Gaza.
Tak heran, Israel kini dikepung tuntutan hukum internasional. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Di saat yang sama, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).
Kalau begini terus, bukan cuma dunia yang mengutuk, tapi tentara mereka sendiri pun bisa habis, bukan oleh lawan, melainkan karena kebodohan sendiri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
