Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 00.27 WIB

Iran Ancam, BRICS Mengecam: Serangan Israel dan AS Bisa Picu Bencana Kawasan

Suasana KTT BRICS yang digelar di Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel), pada 22–24 Agustus. - Image

Suasana KTT BRICS yang digelar di Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel), pada 22–24 Agustus.

JawaPos.com - Iran tak tinggal diam. Dalam forum internasional BRICS+ di Brasil, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan peringatan keras: jika Israel tidak dihukum atas serangannya ke Iran, maka seluruh kawasan bahkan lebih jauh, akan ikut menderita. Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam pidatonya, Araghchi menuding serangan gabungan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai pelanggaran berat terhadap Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang telah mengesahkan program nuklir damai Iran sejak 2015.

"Serangan ini bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tapi juga menunjukkan secara jelas bahwa Amerika terlibat penuh dalam agresi Israel terhadap Iran," tegas Araghchi, dikutip media resmi Press TV, Senin (7/7).

Dunia mulai bereaksi. Dalam pernyataan bersama yang dibacakan di Rio de Janeiro, 11 negara anggota BRICS+ secara tegas mengutuk serangan udara terbaru yang dilakukan Israel dan AS, meski tidak menyebut langsung kedua negara tersebut. "Mereka menyatakan keprihatinan serius atas serangan sengaja terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir damai. Tindakan ini jelas melanggar hukum internasional," bunyi deklarasi tersebut.

Dukungan ini menjadi kemenangan diplomatik penting bagi Teheran. Selama ini, Iran cenderung diabaikan secara internasional, terutama setelah rentetan serangan udara Israel selama 12 hari yang berakhir dengan serangan tambahan dari AS ke fasilitas nuklir strategis Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan.

Sementara mengutip Al-Jazeera, Senin (7/7), serangan mendadak Israel yang dimulai 13 Juni lalu menewaskan sedikitnya 935 orang dan melukai lebih dari 5.300 warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Iran. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke wilayah Israel, menewaskan 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 lainnya, berdasarkan laporan Hebrew University of Jerusalem.

Perang singkat tapi mematikan ini akhirnya berhenti pada 24 Juni, berkat mediasi gencatan senjata oleh AS, ironis, mengingat keterlibatan Washington dalam serangan itu sendiri. Namun, dengan Iran yang kini mendapat dukungan terbuka dari BRICS+, ketegangan belum sepenuhnya padam.

Dunia kembali menghadapi pertanyaan besar: Apakah gencatan senjata ini benar-benar permanen? Atau hanya jeda sebelum babak baru konflik dimulai? Semoga saja tidak.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore