
Serangan Angkatan Udara Israel terhadap ibu kota Iran, Teheran, pada 23 Juni 2025. (Mohammadjavad Alikhani via Wikimedia Commons)
JawaPos.com - Ketegangan antara Iran dan Israel kian meruncing, terutama setelah serangan udara Israel yang menghantam sejumlah fasilitas strategis Iran, termasuk situs-situs yang diduga terkait program nuklir.
Di tengah isu yang beredar tentang kemungkinan gencatan senjata, Iran justru menegaskan bahwa tidak pernah ada kesepakatan untuk itu.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, membantah tegas narasi soal adanya gencatan senjata antara negaranya dan Israel. Ia menjelaskan, situasi saat ini murni karena berhentinya agresi dari pihak Israel, bukan karena ada perjanjian damai.
"Yang ada adalah dikarenakan aksi agresi terhadap Iran berhenti, maka aksi bela diri kami berhenti," ujar Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/7).
Dubes Boroujerdi mengungkapkan bahwa serangan dari Israel dilancarkan justru saat Iran tengah melakukan proses diplomasi intensif dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya. Bahkan, menurutnya, serangan itu datang setelah Iran melakukan lima kali negosiasi langsung dengan AS.
"Sebelum rezim Zionis menyerang kami, kami posisinya adalah sedang negosiasi dengan Amerika. Rezim Zionis menyerang pada saat kami sudah lima kali melakukan negosiasi langsung dengan mereka berkaitan dengan aktivitas nuklir," katanya.
Serangan tersebut bukan hanya menewaskan sejumlah tokoh penting Garda Revolusi Iran (IRGC), tetapi juga menghantam situs-situs strategis, termasuk fasilitas rudal dan lokasi pengayaan uranium. Hal ini membuat kepercayaan Iran terhadap proses negosiasi runtuh total.
"Tentu setelah serangan ini, kepercayaan antara satu sama lain sudah roboh dan tidak ada. Sekarang, berkaitan dengan negosiasi nuklir, kita sedang berada dalam tahap harus membangun percaya, rasa percaya antara satu sama lain," jelas Boroujerdi.
Iran pun menegaskan bahwa selama ini tidak pernah memulai konflik, melainkan hanya merespons sebagai bentuk pertahanan diri.
"Tentu kami tidak pernah melakukan serangan kepada negara lain. Kami selalu melakukan bela diri. Kami tidak memulai perang tapi selalu siap membela diri," tegasnya.
Program Nuklir Iran
Meski Iran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan damai, kecurigaan dunia internasional tetap tinggi. Badan Intelijen AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut bahwa Iran terakhir kali memiliki program senjata nuklir yang terorganisir pada 2003.
Namun kekhawatiran meningkat karena laporan-laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran telah memperkaya uranium hingga tingkat 60 persen, hanya selangkah dari 90 persen, kadar yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.
Situasi ini diperparah dengan serangan Israel yang menargetkan fasilitas pengayaan uranium, yang diyakini Tel Aviv bisa digunakan untuk tujuan militer.
Dengan kepercayaan internasional yang mulai menipis, terutama pasca-serangan Israel, upaya untuk kembali ke meja perundingan kini berada di ujung tanduk. Iran tampaknya bersikap lebih hati-hati, menuntut jaminan keamanan dan penghentian agresi sebelum bisa bicara soal kesepakatan baru.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
