
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat memberikan keterangan di Surabaya, Minggu (23/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Selain isu pemakzulan terhadap dirinya yang kini menjadi sorotan publik, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengaku sudah kebal dari berbagai fitnah.
Salah satunya tuduhan beraliansi dengan zionis seusai bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dugaan ini disebut menjadi menjadi pemicu keretakan di tubuh PBNU.
"Saya tidak mau berprasangka. Sebelum ini (isu pemakzulan terhadap dirinya) itu rumor sudah ndak karu-karuan," tuturnya usai menghadiri Rakor PWNU se-Indonesia di Surabaya, Minggu dini hari (23/11).
Tak hanya itu, kakak kandung dari Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu juga diterpa tudingan 'memakan' uang organisasi senilai Rp 900 miliar. Kendati demikian, Gus Yahya tak ingin bertindak gegabah.
"Saya sudah dengar macam-macam tuduhan kepada saya, begini begitu, saya makan duit Rp 900 miliar, saya macam-macam itu sudah keluar. Tetapi saya tidak mau bertindak atas dasar rumor atau prasangka," lanjutnya.
"Itu saja, ya. Kalau jelas (bukan rumor) baru saya mau ambil sikap (dan mengomentari). Kalau nggak jelas saya nggak mau, saya enggak berani. Apalagi mencatut Nahdlatul Ulama," ucap Gus Yahya.
Terkait tudingan terafiliasi dengan zionis, Gus Yahya mengakui bahwa dirinya pernah bertemu dengan jajaran pemerintah Israel, termasuk Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu pada 2018 silam.
"Saya itu tahun 2018 sudah pernah pergi ke Israel. Saya bertemu Netanyahu, saya bertemu dengan Presiden Israel, saya bertemu dengan berbagai elemen di sana di dalam berbagai forum," tuturnya.
Pertemuan tersebut tidak ia tutupi. Semua orang sudah mengetahui sebelum Muktamar 34 tahun 2021 di Lampung. Dalam forum tersebut, Gus Yahya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.
"Lalu tahun 2021 Muktamar, Ketua Cabang dan PWNU memilih saya. Mereka sudah tahu saya sudah pernah ke Israel dan sudah bertemu dengan Netanyahu, (tetapi) mereka (tetap) memilih saya," imbuh Gus Yahya.
Sebagai informasi, isu pemakzulan Gus Yahya dari jabatannya sebagai Ketum PBNU mencuat setelah Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang berlangsung di Hotel Aston City, Jakarta pada Kamis (19/11).
Dalam rapat yang dihadiri oleh 37 dari 53 Pengurus Harian Syuriyah PBNU tersebut disimpulkan bahwa Gus Yahya harus mundur atau diberhentikan. Salinan risalah rapat tersebar luas di media sosial.
Risalah yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar itu memuat lima poin. Pada poin terakhir, ditegaskan bahwa Gus Yahya diwajibkan mundur dari jabatan ketum PBNU segera dalam tiga hari.
"Jika dalam waktu 3 hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," bunyi risalah rapat tersebut.
Di Surabaya, Gus Yahya juga menegaskan bahwa dirinya tak akan mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU. Sebab, jabatan tersebut merupakan amanah dari para PWNU pada Muktamar ke-34.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
