Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 23.48 WIB

Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk Israel Bunuh Tenaga Medis dan Serang Pengungsi

Potret pendistribusian bantuan kepada warga Gaza, Palestina. (Dok. Reuters) - Image

Potret pendistribusian bantuan kepada warga Gaza, Palestina. (Dok. Reuters)

JawaPos.com - Israel tidak henti-hentinya menjatuhkan pelurunya ke Gaza. Kini akibatnya, Marwan al Sultan yang merupakan direktur rumah sakit Indonesia di Palestina meninggal bersama dengan anak dan istrinya. 

Kematian ahli jantung itu setidaknya sudah menjadi tanda bahwa 70 petugas kesehatan tewas di Gaza dalam 50 hari terakhir. Marwan disebut sebagai salah satu dokter senior di Gaza. Pengalamannya tentu tidak sedikit. 

"Pembunuhan Dr Marwan al-Sultan oleh militer Israel adalah kerugian bencana bagi Gaza dan seluruh komunitas medis. Pasti berdampak buruk pada sistem perawatan kesehatan Gaza," kata Direktur Healthcare Workers Watch (HWW) Muath Alser seperti dilansir dari The Guardian. Dalam kondisi perang, tenaga medis dan jurnalis merupakan profesi yang dilindungi. Alser menyatakan bahwa meninggalnya Marwan dapat mengancam perawatan medis di Gaza. Dampaknya bisa ke warga sipil yang membutuhkan perawatannya. 

Ucapan duka datang dari Direktur RS al-Shifa Mohammed Abu Selma. Dia menyebut Marwan sebagai ahli jantung yang tersisa selama perang berkecamuk. “Ribuan pasien jantung akan menderita akibat pembunuhannya,” katanya. 

Sebelumnya Marwan sempat mengemukakan kesulitan di RS Indonesia. Korban sipil yang terus datang membuat mereka kwalahan. 

Menurut data PBB, total petugas kesehatan yang telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan militer sejak perang dimulai pada Oktober 2023 hingga sekarang melebihi 1.400 orang. Sementara itu LSM Insecurity Insight mengatakan telah memverifikasi kematian ratusan petugas kesehatan yang telah terbunuh di dalam fasilitas kesehatan. Mereka terbunuh saat merawat sipil yang terluka. 

Selain korban meninggal, ada juga tenaga medis yang menghuni penjara Israel. LSM medis dari Amerika Medglobal mengatakan bahwa mereka meyakini lebih dari 300 staf medis berada di penjara Israel. Diantara mereka ada Direktur RS Kamal Adwan Hussam Abu Safiya yang ditahan sejak Desember 2024.  

Memang pasca gencatan senjata dengan Iran, Israel semakin gencar menyerang Palestina. Sejak 1 hingga 3 Juli, setidaknya ada 300 warga Palestina yang dibunuh Israel. Menurut berita yang dilansir dari Al Jazerra, sejak kemarin pagi hingga siang sudah ada 73 orang yang dibunuh Israel. 

Selama 48 jam kemarin, Israel memang menargetkan warga sipil di tempat penampungan dan pengungsian. Bahkan warga sipil yang kelaparan dan tengah mencari makan tak luput jadi sasaran. 

Wartawan Al Jazeera Tareq Abu Azzoum yang meliput warga Gaza di pusat bantuan GHF melihat adegan horor. Menurutnya warga menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan persediaan makanan dasar. Tapi bukan makanan yang mereka dapat melainkan tembakan membabi buta dari tentara Israel. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore