Kartun diduga menghina Nabi Muhammad SAW membuat Turki dilanda demo besar. (Türkiye Today).
JawaPos.com - Turki kembali diguncang kontroversi yang memicu kemarahan publik. Sebuah kartun satir yang dimuat oleh majalah LeMan berbuntut panjang, hingga menyeret kartunis dan tiga staf redaksi ke dalam jeruji besi.
Kartun itu dituding menggambarkan Nabi Muhammad dan Nabi Musa berjabat tangan di langit, sementara di bawahnya hujan rudal menghantam bumi, sebuah visualisasi yang dinilai menghina nilai-nilai suci umat Islam.
Pemerintah Turki tak tinggal diam. Polisi menangkap kartunis Dogan Pehlevan bersama tiga orang lainnya, termasuk desainer grafis dan dua petinggi majalah. Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya membagikan video penangkapan tersebut lewat akun resminya di platform X, sembari mengecam keras isi kartun tersebut.
“Saya mengutuk keras penggambaran tak tahu malu terhadap Nabi kami. Ini bukan kebebasan pers. Ini penghinaan terhadap nilai-nilai suci umat Muslim dan tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi,” tegas Yerlikaya.
Pihak kejaksaan Istanbul langsung membuka penyelidikan resmi dengan dakwaan “secara terang-terangan menghina nilai-nilai keagamaan”, berdasarkan Pasal 216 KUHP Turki yang mengatur soal hasutan terhadap kebencian dan permusuhan.
Meski sudah ada empat orang ditahan, dua lainnya masih buron dan diketahui berada di luar negeri. Yerlikaya memastikan proses hukum akan terus berjalan dan siapa pun yang terlibat akan ditindak.
Sementara itu, LeMan, dilansir via Al-Jazeera, mencoba meredam amarah publik dengan mengeluarkan pernyataan permintaan maaf. Mereka menegaskan bahwa kartun tersebut telah disalahartikan.
Menurut majalah itu, kartunis Pehlevan sebenarnya ingin menyoroti penderitaan seorang Muslim yang menjadi korban serangan Israel, bukan menghina Islam.
“Nama Muhammad adalah salah satu nama paling umum di dunia Muslim sebagai penghormatan kepada Nabi. Kartun itu tidak menggambarkan Nabi Muhammad dan tidak bertujuan menghina agama mana pun,” tulis LeMan dalam pernyataannya.
Namun pernyataan tersebut tak mampu meredakan situasi. Malam harinya, gelombang massa menggeruduk kantor LeMan di Istanbul. Dalam video yang viral di media sosial, tampak demonstran menendang pintu gedung dan meneriakkan slogan-slogan bernada kemarahan.
Kasus ini kembali membuka luka lama dan memicu perdebatan sengit di Turki, sebuah negara yang berdiri di persimpangan antara demokrasi modern dan konservatisme agama.
Isu kebebasan berekspresi versus penghormatan terhadap nilai-nilai religius kembali menjadi medan tarik-ulur di tengah masyarakat yang kian terpolarisasi di Turki.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
