
Manga Jepang bikin panik karena dinilai berisi ramalan bencana yang akurat. (RoYuMi)
JawaPos.com - Sebuah ramalan mengerikan kembali menghantui Jepang, dan kali ini datang dari seorang tokoh yang sudah lama dikenal karena visinya yang menyeramkan namun pernah terbukti akurat.
Ryo Tatsuki, kreator komik atau manga asal Jepang yang pernah memprediksi bencana gempa dan tsunami dahsyat Tohoku 2011, kembali mengguncang publik lewat karya terbarunya yang dirilis pada 15 Juni lalu.
Namun bukan ceritanya yang jadi pusat perhatian, melainkan isi dari mimpi 'ramalan' yang ia klaim dapat mengubah wajah dunia, dan semuanya bermuara pada satu tanggal yang kini bikin cemas banyak orang: Juli 2025.
Mimpi Tsunami, Tiga Kapal Mewah dan Nama "Hades"
Dalam buku barunya, Tatsuki mengungkap secara rinci mimpi aneh yang ia alami: ia melihat tiga kapal pesiar mewah hancur diterjang gelombang besar, membawa penumpang dari berbagai negara.
Mimpi itu bukan cuma mengindikasikan tsunami besar, tapi juga bencana yang bisa berdampak global, jauh melampaui Jepang. Yang paling menyeramkan, dalam mimpinya ia mendengar satu nama: Hades, dewa kematian dari mitologi Yunani.
Nama itu bisa ditafsirkan sebagai tanda bencana bawah tanah, seperti gempa atau letusan vulkanik, tapi Tatsuki juga mengisyaratkan makna metafisik: perubahan besar dalam peradaban atau bahkan “zaman kegelapan baru.”
Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (28/6), Tatsuki kemudian berusaha meluruskan beberapa hal dari karya sebelumnya The Future I Saw, yang memicu kehebohan akibat kalimat “bencana sesungguhnya terjadi Juli 2025!
Menurutnya, kalimat itu adalah tambahan dari editor demi efek dramatis. Ia juga menjelaskan waktu 4.18 pagi yang tertulis bukanlah waktu kejadian, tapi waktu mimpi itu terjadi.
Namun klarifikasi itu justru membuat rasa penasaran dan ketakutan semakin menjadi. Meskipun Tatsuki menekankan bahwa bukunya adalah memoar spiritual, bukan nubuatan kiamat, masyarakat tetap menangkap pesan utamanya: bersiaplah, sesuatu yang besar mungkin akan terjadi.
Efek domino dari mimpi itu sudah terasa. Menurut data Bloomberg Intelligence, pemesanan tiket pesawat ke Jepang dari Hong Kong turun hingga 50 persen dibanding tahun lalu.
Untuk periode akhir Juni hingga awal Juli, penurunannya bahkan lebih drastis: 83 persen. Penurunan serupa juga tercatat di negara-negara Asia Timur lainnya, karena banyak wisatawan memilih membatalkan perjalanan demi menghindari kemungkinan “sesuatu yang buruk.”
Bagi sebagian orang, ramalan Tatsuki dianggap tak berdasar ilmiah dan hanya mimpi belaka. Tapi rekam jejaknya yang sempat 'benar' membuat banyak orang tak berani anggap enteng.
Prediksi Tohoku 2011, yang menewaskan lebih dari 18.000 jiwa dan menyebabkan krisis nuklir Fukushima, masih membekas kuat dalam ingatan kolektif masyarakat Jepang.
Namun demikian, falam bukunya, Tatsuki tak hanya menyajikan gambaran mengerikan, tapi juga menyisipkan pesan penting: siapkan diri, bukan panik. Ia menyarankan orang-orang untuk menyimpan persediaan darurat, menjaga solidaritas komunitas, dan tetap rasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022