
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat jumpa pers di Jakarta pada Senin (17/6). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan aksi militer brutal Israel pada Jumat dini hari (13/6) berskala besar telah menghantam jantung wilayah negara tersebut.
"Kompleks perumahan, gedung pemerintah, infrastruktur pertahanan, transportasi, hingga fasilitas nuklir menjadi sasaran rudal-rudal rezim Zionis," ungkap Boroujerdi kepada awak media di Jakarta pada Selasa (17/6).
Boroujerdi menambahkan, serangan kejam telah menewaskan sejumlah komandan militer, ilmuwan, profesor, perempuan, dan anak-anak. Israel juga memperluas agresi ke fasilitas publik dan ekonomi, termasuk kilang minyak dan pusat distribusi energi, mengisyaratkan niat untuk melumpuhkan Iran secara total.
Menurut sang duta besar, serangan Israel sebagai "penghancuran harapan damai atas upaya jalur diplomasi dalam negosiasi nuklir. Kini Iran menangguhkan seluruh proses diplomasi nuklir dibalas dengan serangan balasan. Upaya itu sebagai bentuk bela diri, sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
“Iran merespons dengan peluncuran rudal presisi tinggi ke markas militer dan fasilitas ekonomi rezim Zionis,” tegas Boroujerdi.
Ia menyebut opini publik Iran kini menuntut perlawanan total terhadap agresor. Iran tidak akan tinggal diam saat nyawa rakyat sipil dikorbankan. Israel memanipulasi doktrin “pertahanan preemptif” untuk melegitimasi serangan brutal ini. “Konsep semacam ini tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan justru merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB,” katanya.
Tak hanya mengecam, Boroujerdi menyerukan dunia Islam untuk bersatu, memperingatkan bahwa ambisi ekspansionis Israel bukan hanya ancaman bagi Iran, tetapi berpotensi menyeret seluruh kawasan Teluk Persia, bahkan dunia, ke dalam kobaran perang besar.
"Israel telah memulai aksi berbahaya ini. Jika tidak dihentikan, medan perang bisa meluas jauh melewati wilayah Iran," ujarnya dengan nada serius.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, organisasi-organisasi Islam, dan masyarakat yang telah menyampaikan solidaritas dan kecaman terhadap agresi ini.
“Kami meminta media Indonesia untuk berdiri bersama keadilan dan perdamaian, serta tidak membiarkan kejahatan rezim Zionis terhadap umat Muslim terus berlangsung,” pungkasnya.
Dunia kini menanti, akankah Dewan Keamanan PBB bertindak? Atau akan membiarkan percikan ini berubah menjadi kobaran perang regional yang tak terbendung.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
