Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 04.37 WIB

Pilot Air India Sempat Kirimkan Pesan Terakhir Beberapa saat Sebelum Terjatuh

Seorang pekerja memeriksa puing-puing pesawat Boeing Air India pada 14 Juni yang jatuh di Ahmedabad, India (Dok. Amit Dave/Reuters) - Image

Seorang pekerja memeriksa puing-puing pesawat Boeing Air India pada 14 Juni yang jatuh di Ahmedabad, India (Dok. Amit Dave/Reuters)

JawaPos.com - "Mayday, mayday," menjadi kata terakhir yang terdengar dari radio kokpit pesawat Air India 171 sebelum pesawat itu jatuh dan menewaskan lebih dari 270 orang pada Kamis (12/6).

Pesawat yang seharusnya terbang dari Ahmedabad menuju London itu dipiloti oleh Kapten Sumeet Sabharwal. Menurut keterangan resmi dari otoritas penerbangan India yang dikutip dari The Guardian, ia mengirim sinyal darurat ke menara kontrol hanya kurang dari satu menit setelah lepas landas pada pukul 13.39 waktu setempat.

Sayangnya, tak ada respons lanjutan dari pesawat ketika pihak pengatur lalu lintas udara mencoba membalas panggilan mayday tersebut. "Tak ada tanggapan," ujar Samir Kumar Sinha, Sekretaris Kementerian Penerbangan India.

Beberapa detik setelah panggilan terakhir itu, pesawat langsung jatuh. Menurut penyelidikan awal, pesawat sempat mencapai ketinggian 650 kaki, lalu tiba-tiba turun drastis dan menghantam tanah.

Lokasi jatuhnya berada di kawasan Meghani Nagar, sekitar dua kilometer dari bandara Ahmedabad. Pesawat berbobot 227 ton itu menabrak sebuah asrama yang dihuni oleh mahasiswa kedokteran dan keluarga mereka.

Dari 242 orang yang berada di dalam pesawat, hanya satu orang yang selamat. Sisanya tewas dalam tragedi yang disebut sebagai salah satu kecelakaan penerbangan paling tragis dalam sejarah India.

Benturan pesawat ke bangunan juga merenggut nyawa beberapa warga sipil. Termasuk diantaranya empat mahasiswa kedokteran, istri seorang dokter yang sedang hamil besar, serta sejumlah buruh dan pedagang di sekitar lokasi.

Pihak otoritas India menolak berspekulasi soal penyebab jatuhnya pesawat Boeing 787-8 Dreamliner tersebut. Namun mereka menegaskan akan menyelidiki segala kemungkinan yang ada.

"Setiap teori yang berkembang akan diperiksa," kata Sinha. Saat ini, tim investigasi telah berhasil mengamankan flight data recorder atau kotak hitam pesawat.

Analisis terhadap kotak hitam tengah dilakukan. Penyelidikan penuh diperkirakan akan rampung dalam waktu tiga bulan.

Menteri Penerbangan Sipil, Ram Mohan Naidu Kinjarapu, menyatakan bahwa decoding dari kotak hitam itu akan menjadi kunci utama untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Untuk membantu proses investigasi, empat pakar kecelakaan penerbangan dari Inggris telah tiba di Ahmedabad pada Jumat malam. Mereka bergabung dengan tim lokal dalam pencarian bukti dan pemulihan korban.

Hingga Sabtu pagi, jumlah korban tewas telah mencapai 279 jiwa. Proses evakuasi masih berlangsung dan satu jenazah baru ditemukan di bawah sayap pesawat.

Keluarga korban terus memadati Rumah Sakit Sipil di Ahmedabad. Banyak dari mereka mengeluhkan keterlambatan proses identifikasi jenazah dan penyerahan kepada keluarga.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore