
Ekor Pesawat Air India berada di atas bangunan usai jatuh sesaat setelah lepas landas di Ahmedabad India, Kamis (12/6). (Reuters)
JawaPos.com – Pemerintah India resmi membentuk komite tingkat tinggi untuk menyelidiki kecelakaan tragis pesawat Air India.
Sabtu (14/6) waktu setempat, Menteri Penerbangan Sipil India Ram Mohan Naidu mengumumkan akan menyelidiki kecelakaan itu dengan komite nasional dan diberi deadline hingga tiga bulan.
“Kami memberikan batas waktu tiga bulan bagi mereka untuk melakukan investigasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan berdiskusi dengan pakar-pakar penting yang relevan dengan penyelidikan ini,” ujar Naidu seperti dilansir dari Times of India.
Kotak hitam (black box) pesawat telah berhasil ditemukan di lokasi kecelakaan. Menurut Naidu, Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara (AAIB) meyakini bahwa proses penguraian data dari kotak hitam akan menjadi kunci dalam mengungkap penyebab insiden.
“Penguraian kode dari kotak hitam akan memberikan informasi mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi, baik saat proses kecelakaan berlangsung maupun beberapa saat sebelumnya,” katanya.
Kotak hitam terdiri dari perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit. Alat ini dirancang untuk tahan terhadap benturan hebat dan suhu ekstrem. Perangkat ini menjadi alat utama penyelidik dalam mengungkap kronologi dan faktor teknis yang menyebabkan kecelakaan.
Sementara itu, Air India juga melakukan pemeriksaan internal. Total ada 33 pesawat Boeing Dreamliner 787 yang tersisa di maskapai tersebut.
Dalam akun X-nya, maskapai itu menyatakan sedang dalam proses menyelesaikan pemeriksaan keselamatan satu kali yang diarahkan oleh regulator penerbangan India (DGCA).
“Pemeriksaan ini dilakukan pada armada Boeing 787 saat kembali ke India, sebelum diizinkan untuk operasi berikutnya. Air India telah menyelesaikan pemeriksaan tersebut pada sembilan pesawat Boeing 787 dan siap menyelesaikan proses ini untuk 24 pesawat lainnya dalam jangka waktu yang diberikan oleh regulator," kata Air India melalui akun X-nya.
Sekretaris Kementerian Penerbangan Sipil Samir Kumar Sinha mengatakan pada 12 Juni sekitar pukul 14.00 waktu setempat, pihaknya menerima informasi bahwa pesawat yang terbang dari Ahmedabad menuju Gatwick London telah jatuh.
ATC Ahmedabad menyatakan pesawat ini lepas landas pada pukul 13.39 dan dalam beberapa detik, setelah mencapai ketinggian sekitar 650 kaki, tapi tak kunjung bisa melangit karena malah kehilangan ketinggian.
"Pukul 1.39 siang, pilot memberi tahu ATC Ahmedabad bahwa saat itu adalah Mayday, yaitu keadaan darurat penuh. Menurut ATC, saat mencoba menghubungi pesawat, tidak ada respons. Tepat setelah 1 menit, pesawat ini jatuh di Medhaninagar, yang berjarak sekitar 2 km dari bandara,” kata Sinha.
Dia menegaskan, pesawat 171 ini sebelumnya menyelesaikan penerbangan dengan rute Paris-Delhi-Ahmedabad. Sinha menyatakan dalam penerbangan ini tidak ada kendala.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
