
Jet tempur F-15E Strike Eagle AS yang ditembak jatuh di Iran (CBS News)
JawaPos.com - Operasi militer Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan global setelah keberhasilan penyelamatan seorang awak jet tempur yang sebelumnya dinyatakan hilang di wilayah Iran. Insiden ini tidak hanya menyoroti kompleksitas konflik bersenjata yang sedang berlangsung, tetapi juga memperlihatkan eskalasi signifikan dalam keterlibatan militer kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi langsung keberhasilan operasi tersebut melalui pernyataan publik di media sosial. Ia menyebut misi penyelamatan ini sebagai salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah militer Amerika Serikat.
Dilansir dari CBS News, Minggu (5/4/2026), jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di wilayah terpencil Iran membawa dua awak, yakni seorang pilot dan seorang perwira sistem persenjataan (weapons systems officer/WSO). Pilot diketahui lebih dulu berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar dan telah dievakuasi oleh militer Amerika Serikat pada Jumat. Sementara itu, awak kedua yang bertugas sebagai WSO sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dan diselamatkan dalam operasi militer pada Minggu dini hari waktu setempat.
Baca Juga:Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam dari Trump, Enggan Ikut Mediasi di Islamabad Saat Konflik Memanas
Dalam pernyataannya, Donald Trump mengatakan, "Kami berhasil menemukannya! Dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika Serikat melaksanakan salah satu operasi penyelamatan paling berani dalam sejarah untuk menyelamatkan salah satu perwira awak kami yang luar biasa, yang kini dalam kondisi selamat." Ia menambahkan bahwa perwira tersebut mengalami luka, namun dipastikan akan pulih.
Jet tempur dilaporkan ditembak jatuh oleh pasukan Iran pada Jumat pagi di wilayah barat daya negara itu. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan jet tempur tersebut pada Jumat pagi di wilayah barat daya Iran, sementara foto-foto puing yang beredar di media Iran dinilai oleh pakar senjata konsisten dengan pesawat tempur F-15E milik Amerika Serikat.
Sementara itu, proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi yang sangat berbahaya. Seorang pejabat Amerika mengungkapkan bahwa ratusan personel pasukan khusus dikerahkan, didukung puluhan pesawat tempur dan helikopter. Ketika pasukan Amerika mendekati lokasi korban yang bersembunyi di area pegunungan, baku tembak dengan pasukan Iran sempat terjadi.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa di pihak Amerika dalam operasi tersebut. Awak yang berhasil diselamatkan kemudian diterbangkan ke Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Dalam situasi bertahan hidup, ia hanya dibekali pistol sebagai alat pertahanan diri selama bersembunyi dari kejaran pasukan lawan.
Operasi ini juga melibatkan peran signifikan dari Badan Intelijen Pusat (CIA). Seorang pejabat senior pemerintahan menyatakan bahwa CIA menjalankan operasi pengelabuan dengan menyebarkan informasi palsu di dalam Iran bahwa awak tersebut telah ditemukan dan sedang dievakuasi. Strategi ini dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian pasukan Iran.
Selain itu, CIA menggunakan kemampuan pelacakan canggih untuk menemukan lokasi pasti korban yang berada di celah pegunungan. Informasi tersebut kemudian dibagikan secara real-time kepada Pentagon dan Gedung Putih, yang segera memerintahkan operasi penyelamatan.
Namun, operasi ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dua pesawat angkut Amerika sempat terjebak di sebuah pangkalan terpencil di Iran. Untuk mengatasi situasi tersebut, tiga pesawat tambahan dikirim guna mengevakuasi pasukan dan awak yang diselamatkan. Dua pesawat yang tertinggal akhirnya dihancurkan agar tidak jatuh ke tangan Iran.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
