
Israel melancarkan serangan ke Iran. (Middle East Eye)
JawaPos.com - Dalam perkembangan dramatis yang mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah, Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran pada Jumat (13/6) dini hari waktu setempat.
Namun, alih-alih mendukung sekutunya secara terbuka, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru memilih langkah mengejutkan.
AS mengumumkan menarik diri dari konflik dan menegaskan bahwa Washington tidak terlibat dalam operasi tersebut.
Menteri Luar Negeri sekaligus Penasihat Keamanan Nasional AS, Marco Rubio, mengonfirmasi bahwa Israel memang telah memberi pemberitahuan sebelumnya kepada Washington. Namun menegaskan bahwa serangan itu adalah tindakan sepihak.
“Kami tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran, dan prioritas utama kami adalah perlindungan pasukan Amerika di kawasan,” kata Rubio dalam pernyataan resminya yang terkesan ingin menenangkan situasi.
Namun, Rubio juga melontarkan peringatan keras ke Teheran. “Iran tidak boleh, dalam kondisi apa pun, menargetkan kepentingan atau personel Amerika,” tegasnya, sehari setelah Pentagon menginstruksikan evakuasi terbatas pasukan dan diplomat dari beberapa titik panas di Timur Tengah.
Sikap ambigu Washington ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Trump mengatakan bahwa "masih ada waktu untuk diplomasi" namun mengakui "waktu itu nyaris habis".
Gedung Putih bahkan sudah menjadwalkan pembicaraan tingkat tinggi antara utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Oman pada Minggu (15/6). Namun, dengan memburuknya situasi, rencana diplomatik itu nyaris pasti batal.
Israel mengklaim serangan yang menghantam situs pengayaan uranium Natanz, fasilitas rudal balistik, serta menargetkan ilmuwan dan pejabat nuklir tinggi Iran. Itu sebagai "langkah pre-emptive" untuk mencegah pembangunan senjata nuklir oleh Teheran.
Sebagai respons keras, Iran langsung meluncurkan lebih dari 100 drone ke wilayah udara Israel pada Jumat pagi. Militer Israel menyatakan tengah berusaha mencegat serangan udara besar-besaran itu.
Ketegangan pun memuncak, dengan pertanyaan besar menggantung di udara: apakah Amerika akan membiarkan Israel berhadapan sendiri dengan amukan Iran? Ataukah ini manuver Trump untuk menekan Iran secara maksimal tanpa harus terseret ke medan perang?
Satu yang pasti, dunia sedang menyaksikan detik-detik paling berbahaya dalam konflik Israel-Iran dalam dua dekade terakhir, dan sikap Amerika kini menjadi kunci apakah Timur Tengah akan menyala atau bisa kembali ditenangkan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
