Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 21.20 WIB

Pria ini jadi Satu-satunya Penumpang Selamat di Kecelakaan Air India, Benarkah Ini Kursi Paling Aman di Pesawat?

Tiket yang dimiliki penumpang selamat di kejadian Air India Kamis (12/6) kemarin. (Sydney Morning Herald) - Image

Tiket yang dimiliki penumpang selamat di kejadian Air India Kamis (12/6) kemarin. (Sydney Morning Herald)

JawaPos.com - Di tengah kobaran api dan serpihan pesawat yang berserakan di kawasan pemukiman padat di Ahmedabad, India, seorang pria tampak tertatih-tatih berjalan dengan baju berlumuran darah. Namanya Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris keturunan India. 

Ia adalah satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan maut pesawat Air India yang menewaskan 241 orang pada Kamis (12/6) waktu setempat.

Kisah penyintas ini terasa nyaris mustahil. Pesawat Boeing 787 Dreamliner tujuan London itu baru saja lepas landas beberapa detik dari Bandara Ahmedabad ketika tiba-tiba jatuh dan meledak di tengah lingkungan padat penduduk. 

Di antara tubuh-tubuh tak bernyawa dan puing-puing pesawat, Ramesh ditemukan masih hidup, duduk awalnya di kursi 11A, tepat di belakang kelas bisnis, di jendela pintu darurat.

Namun, posisi duduknya justru memunculkan tanda tanya besar. Kursi 11A bukanlah tempat yang dianggap paling aman menurut para pakar penerbangan. 

Sejumlah studi sebelumnya menyebutkan bahwa bagian belakang pesawat, khususnya kursi tengah dekat lorong, memiliki tingkat keselamatan tertinggi dalam kecelakaan udara.

Sebuah analisis oleh Time Magazine terhadap data dari Federal Aviation Administration (FAA) tahun 2015 menemukan bahwa sepertiga bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian paling rendah.

Namun, para ahli menekankan bahwa tidak ada rumus pasti dalam tragedi semacam tersebut. Tidak mutlak.

"Semua tergantung pada dinamika kecelakaan," ujar Daniel Kwasi Adjekum, peneliti keselamatan penerbangan dari University of North Dakota kepada Live Science. 

Dia menambahkan, lokasi tempat duduk bisa menjadi sangat menentukan tergantung dari sisi mana benturan terjadi.

Ironisnya, berdasarkan data 35 tahun FAA yang ditelaah oleh Time, justru penumpang di kursi lorong di bagian tengah pesawat memiliki tingkat kematian tertinggi, yakni 44 persen.

Namun, temuan berbeda datang dari studi tahun 2008 oleh University of Greenwich yang menunjukkan bahwa peluang bertahan hidup meningkat jika duduk dalam lima baris dari pintu darurat, yang secara tak disengaja, merupakan tempat duduk Ramesh.

Cheng-Lung Wu, profesor dari University of New South Wales, menambahkan bahwa kursi di dekat sayap pesawat punya perlindungan struktural yang lebih kuat, meski tetap tidak ada "jawaban tunggal" soal tempat duduk teraman dalam pesawat.

Tragedi itu menjadi pengingat pedih bahwa meski jarang terjadi, kecelakaan udara tetaplah membawa dampak besar. Namun secara statistik, terbang tetap menjadi moda transportasi paling aman.

Sebuah studi dari Journal of Air Transport Management tahun 2024 mencatat bahwa kemungkinan seseorang meninggal dalam penerbangan komersial di AS hanya sekitar 1 banding 13,7 juta.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore