
Pesawat tempur TU-22M milik Rusia. (Alexander Zemlianichenko/AP)
JawaPos.com - Operasi yang dilancarkan oleh Ukraine’s Security Service (SBU) menggunakan pesawat nirawak first-person-view (FPV) telah berhasil menyerang 41 pesawat pengebom milik Rusia.
Dilansir dari The Kyiv Independen, pesawat nirawak atau drone yang digunakan untuk operasi tersebut diselundupkan hingga ke wilayah Rusia dan disembunyikan di dalam truk.
Operasi yang diberi nama sandi 'Operasi Jaring Laba-Laba' ini telah direncanakan selama satu setengah tahun dan diklaim memberi pukulan telak bagi Rusia.
"SBU pertama kali mengangkut pesawat nirawak FPV ke Rusia, dan kemudian, di wilayah Federasi Rusia, pesawat nirawak tersebut disembunyikan di bawah atap kabin kayu yang sudah ditempatkan di truk," kata seorang sumber kepada The Kyiv Independent.
"Pada saat yang tepat, atap kabin dibuka dari jarak jauh, dan pesawat nirawak tersebut terbang untuk menyerang pesawat pengebom Rusia."
Dilansir dari France 24, Ukraina mengatakan bahwa serangan tersebut telah menghancurkan 34 persen dari total pesawat pengebom strategis yang dimiliki Rusia dan menimbulkan kerugian hingga $7 miliar.
Diantara pesawat Rusia yang berhasil dilumpuhkan tersebut adalah pesawat berjenis Tu-95 dan Tu-22 yang merupakan pesawat pengebom dan A-50 yang dilengkapi dengan radar pendeteksi.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa "beberapa pesawat mengalami kebakaran” menyusul serangan drone di pangkalan militer di wilayah Murmansk dan Irkutsk. Rusia mengklaim bahwa kebarakan tersebut berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban.
Mengutip Euronews, Gubernur Irkutsk Igor Kobzerv menyatakan bahwa pesawat nirawak yang menyerang pangkalan militer diluncurkan dari dalam truk. Dalam sebuah unggahan di Telegram, ia mengatakan bahwa lokasi peluncurkan telah diamankan dan tidak ada lagi ancaman yang membahayakan nyawa.
France 24 juga melaporkan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memuji hasil ‘cemerlang’ dari Operasi Jaring Laba-Laba yang disebutnya sebagai ‘operasi dengan jangkauan terjauh’ dalam tiga tahun perang dengan Rusia.
Dengan menggunakan 117 pesawat nirawak, Ukraina mampu menjangkau wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari garis depan. Dua pangkalan udara yang disebut telah berhasil diserang adalah Olenya dan Belaya yang masing-masing berjarak 1.900 km dan 4.300 km dari Ukraina.
“Ukraina sedang melakukan pembelaan diri, yang memang merupakan haknya–kami melakukan segalanya untuk membuat Rusia merasa perlu mengakhiri perang ini. Rusia yang memulai perang ini, Rusia harus mengakhirinya,” terng Zelenskyy dikutip dari Euronews.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
