Lahan dan bangunan di Gaza yang rusak akibat konflik (Dok. Yousef Alrozzi/FAO)
JawaPos.com - Berdasarkan penilaian geospasial terbaru yang dilakukan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bersama Pusat Satelit PBB (UNOSAT), kurang dari lima persen luas lahan pertanian di Gaza yang masih dapat ditanami.
FAO pada Senin (26/5) menyatakan kondisi ini "sangat mengkhawatirkan" karena dapat memperburuk kapasitas produksi makanan dan meningkatkan risiko kelaparan di Gaza.
Mengutip pernyataan resmi FAO, lebih dari 80 persen atau sekitar 12.537 hektar dari total luas lahan pertanian di Gaza telah rusak. Sementara itu, 77,8 persen lahan tidak dapat diakses, sehingga hanya tersisa 688 hektar atau 4,6 persen lahan yang bisa digunakan. Situasi ini paling parah di Rafah dan provinsi-provinsi di bagian utara, di mana hampir seluruh lahan pertanian tidak dapat diakses.
Dengan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, FAO juga menemukan bahwa kerusakan meluas pada bangunan rumah kaca dan sumber air di Gaza.
Sekitar 71,2 persen rumah kaca di Gaza telah rusak, di mana Rafah menjadi wilayah dengan kerusakan tertinggi.
Selain itu, 82,8 persen sumur yang digunakan untuk pertanian juga rusak dan tidak dapat digunakan, meningkat dari sekitar 67,7 persen pada Desember 2024.
Sektor pertanian dulunya menyumbang sekitar 10 persen ekonomi Gaza, dengan lebih dari 560 ribu orang bergantung pada pertanian, peternakan, atau penangkapan ikan sebagai mata pencarian.
"Tingkat kerusakan ini bukan hanya hilangnya infrastruktur–ini adalah runtuhnya sistem pertanian dan pangan Gaza serta jalur kehidupan. Apa yang dulunya menyediakan makanan, pendapatan, dan stabilitas bagi ratusan ribu orang kini hancur," jelas Beth Bechdol, Wakil Direktur Jenderal FAO dalam pernyataan resminya.
Bechdol melanjutkan bahwa, "Dengan hancurnya lahan pertanian, rumah kaca, dan sumur, produksi pangan lokal terhenti. Pembangunan kembali akan membutuhkan investasi besar-besaran—dan komitmen berkelanjutan untuk memulihkan mata pencaharian dan harapan."
Temuan terbaru dari FAO dan UNOSAT ini menyusul analisis Integrated Food Security Phase Classification (IPC) sebelumnya yang memperingatkan bahwa seluruh populasi di Jalur Gaza, yaitu 2.1 juta orang, menghadapi risiko kelaparan kritis akibat 19 bulan dalam konflik, pengungsian, dan blokade bantuan kemanusiaan.
Pada awal tahun, FAO juga memperkirakan bahwa total nilai kerusakan dan kerugian di sektor pertanian Gaza sejak tahun 2023 telah mencapai lebih dari $2 miliar, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat jika gencatan senjata gagal dan eskalasi kekerasan bertambah.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
