Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 12.00 WIB

Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, FAO Ungkap Lebih dari 80 Persen Lahan Pertanian Hancur Total

Lahan dan bangunan di Gaza yang rusak akibat konflik (Dok. Yousef Alrozzi/FAO)


JawaPos.com - Berdasarkan penilaian geospasial terbaru yang dilakukan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bersama Pusat Satelit PBB (UNOSAT), kurang dari lima persen luas lahan pertanian di Gaza yang masih dapat ditanami.

FAO pada Senin (26/5) menyatakan kondisi ini "sangat mengkhawatirkan" karena dapat memperburuk kapasitas produksi makanan dan meningkatkan risiko kelaparan di Gaza.

Mengutip pernyataan resmi FAO, lebih dari 80 persen atau sekitar 12.537 hektar dari total luas lahan pertanian di Gaza telah rusak. Sementara itu, 77,8 persen lahan tidak dapat diakses, sehingga hanya tersisa 688 hektar atau 4,6 persen lahan yang bisa digunakan. Situasi ini paling parah di Rafah dan provinsi-provinsi di bagian utara, di mana hampir seluruh lahan pertanian tidak dapat diakses.

Dengan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, FAO juga menemukan bahwa kerusakan meluas pada bangunan rumah kaca dan sumber air di Gaza.

Sekitar 71,2 persen rumah kaca di Gaza telah rusak, di mana Rafah menjadi wilayah dengan kerusakan tertinggi.
Selain itu, 82,8 persen sumur yang digunakan untuk pertanian juga rusak dan tidak dapat digunakan, meningkat dari sekitar 67,7 persen pada Desember 2024.

Sektor pertanian dulunya menyumbang sekitar 10 persen ekonomi Gaza, dengan lebih dari 560 ribu orang bergantung pada pertanian, peternakan, atau penangkapan ikan sebagai mata pencarian.

"Tingkat kerusakan ini bukan hanya hilangnya infrastruktur–ini adalah runtuhnya sistem pertanian dan pangan Gaza serta jalur kehidupan. Apa yang dulunya menyediakan makanan, pendapatan, dan stabilitas bagi ratusan ribu orang kini hancur," jelas Beth Bechdol, Wakil Direktur Jenderal FAO dalam pernyataan resminya.

Bechdol melanjutkan bahwa, "Dengan hancurnya lahan pertanian, rumah kaca, dan sumur, produksi pangan lokal terhenti. Pembangunan kembali akan membutuhkan investasi besar-besaran—dan komitmen berkelanjutan untuk memulihkan mata pencaharian dan harapan."

Temuan terbaru dari FAO dan UNOSAT ini menyusul analisis Integrated Food Security Phase Classification (IPC) sebelumnya yang memperingatkan bahwa seluruh populasi di Jalur Gaza, yaitu 2.1 juta orang, menghadapi risiko kelaparan kritis akibat 19 bulan dalam konflik, pengungsian, dan blokade bantuan kemanusiaan.

Pada awal tahun, FAO juga memperkirakan bahwa total nilai kerusakan dan kerugian di sektor pertanian Gaza sejak tahun 2023 telah mencapai lebih dari $2 miliar, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat jika gencatan senjata gagal dan eskalasi kekerasan bertambah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore