
Rumah yang rusak akibat serangan Rusia di Ukraina. (Dok. AP Photo/Evgeniy Maloletka)
JawaPos.com - Rusia meluncurkan serangan udara terbesar ke Ukraina dengan total 367 drone dan rudal ditembakkan ke berbagai kota, termasuk ibu kota Kyiv, pada malam hari waktu setempat.
Melansir dari Reuters pada Senin (26/5), menurut laporan otoritas setempat serangan brutal ini menewaskan sebanyak 12 orang dan puluhan orang mengalami luka-luka. Tiga dari korban tewas adalah anak-anak yang berada di wilayah utara Zhytomyr.
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menyebut serangan itu sebagai aksi gabungan yang "kejam dan ditujukan kepada warga sipil".
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy kembali menyerukan kepada Amerika Serikat dan komunitas internasional untuk bertindak tegas terhadap serangan Rusia. Ia menyoroti sikap publik AS yang dinilainya "melunak" sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden.
"Diamnya Amerika, diamnya dunia, hanya mendorong Putin untuk terus melancarkan teror," tulis Zelenskyy di akun Telegram resminya dikutip dari Reuters.
Ia juga menegaskan bahwa setiap serangan Rusia merupakan alasan kuat untuk menjatuhkan sanksi baru.
Donald Trump, dalam pernyataan terbarunya di New Jersey sebelum kembali ke Gedung Putih, mengaku kecewa dengan aksi Rusia.
"Saya tidak senang dengan apa yang dilakukan Putin. Dia membunuh banyak orang. Saya tidak suka itu sama sekali," ujarnya dikutip dari Reuters.
Setibanya di Washington, Trump menambahkan komentar melalui media sosial.
"Putin telah benar-benar GILA!" tulisnya.
Meski mengkritik Putin, Trump juga menyerang Presiden Zelenskyy. Ia menyebut bahwa sikap dan pernyataan Zelenskyy justru memperburuk keadaan.
"Segala hal yang keluar dari mulutnya menimbulkan masalah. Saya tidak suka, dan itu sebaiknya dihentikan," tulis Trump.
Serangan ini terjadi bertepatan dengan rencana pertukaran tahanan tahap akhir antara Ukraina dan Rusia, di mana masing-masing pihak akan menukar 1.000 orang.
Utusan Khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg, menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan "pelanggaran nyata" terhadap Protokol Perdamaian Jenewa tahun 1977. Ia menyerukan gencatan senjata segera.
Melansir dari Channel News Asia (CNA) pada Senin, (26/5), Profesor hubungan internasional dari Universitas Toronto, Aurel Braun, menyebut bahwa bahasa Trump terhadap Putin terdengar seperti sedang berbicara tentang seorang teman.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
