Seorang penyelamat berjalan di atas reruntuhan bangunan dan mencari korban selamat dari serangan Israel di Khan Younis, Gaza (Dok. Palestinian Civil Defence via Reuters)
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengutuk keras kekejaman yang terjadi di Gaza akibat agresi militer Israel. Hasan menyebutnya sebagai bentuk ketidakpedulian dan standar ganda terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Dilansir dari AFP, kemarin (25/5) atau sehari menjelang KTT ASEAN yang dihelat hari ini, Hasan menyerukan sikap tegas dari blok Asia Tenggara terhadap situasi kemanusiaan di Gaza. "Ini adalah akibat langsung dari terkikisnya kesucian hukum internasional," ujarnya. Dia meminta agar ASEAN tidak tinggal diam. Malaysia saat ini menjabat sebagai ketua bergilir ASEAN.
Negara berpenduduk mayoritas Muslim itu juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sejak perang Gaza meletus Oktober 2023, Malaysia telah menyalurkan lebih dari USD 10 juta untuk bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada Februari lalu, para menlu ASEAN menyatakan dukungan jangka panjang terhadap hak-hak rakyat Palestina. Namun, Mohamad menilai pernyataan saja tidak cukup. Sementara di Gaza, tragedi memilukan masih mengguncang kota tersebut.
Serangan udara Israel pada Jumat lalu (23/5) menghantam rumah seorang dokter anak di Khan Younis. Kala itu, dr Alaa al-Najjar sedang bertugas di rumah sakit Nasser. Sembilan dari sepuluh anaknya tewas dalam serangan itu.
"Saya harus mengoperasi anaknya yang selamat, Adam, usia 11 tahun," ujar salah satu relawan dokter bedah asal Inggris Graeme Groom. Menurutnya, cedera fisik Adam memang parah, tetapi trauma batinnya jauh lebih berat.
Menurut rumah sakit Nasser dan rekaman video yang diverifikasi BBC, jasad anak-anak Dr. Najjar ditarik dalam kondisi hangus terbakar dari puing-puing bangunan. Suami Najjar mengalami luka. "Dokter ini mengabdikan hidupnya menyelamatkan anak-anak. Namun sembilan anaknya sendiri direnggut saat ia berjaga di rumah sakit," kata Kepala Keperawatan RS Nasser Mohammed Saqer.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 53.900 orang telah tewas sejak perang dimulai Oktober lalu. Tentu, sebagian besar warga sipil. Serangan Israel yang menyasar Khan Younis dan wilayah lain dalam 24 jam terakhir menewaskan setidaknya 79 orang. (lyn)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
