Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 14.07 WIB

Menlu Malaysia Desak ASEAN Tidak Tinggal Diam, Dokter Anak Gaza Harus Menerima Jenazah Anak-Anaknya

Seorang penyelamat berjalan di atas reruntuhan bangunan dan mencari korban selamat dari serangan Israel di Khan Younis, Gaza (Dok. Palestinian Civil Defence via Reuters)

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengutuk keras kekejaman yang terjadi di Gaza akibat agresi militer Israel. Hasan menyebutnya sebagai bentuk ketidakpedulian dan standar ganda terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Dilansir dari AFP, kemarin (25/5) atau sehari menjelang KTT ASEAN yang dihelat hari ini, Hasan menyerukan sikap tegas dari blok Asia Tenggara terhadap situasi kemanusiaan di Gaza. "Ini adalah akibat langsung dari terkikisnya kesucian hukum internasional," ujarnya. Dia meminta agar ASEAN tidak tinggal diam. Malaysia saat ini menjabat sebagai ketua bergilir ASEAN.

Negara berpenduduk mayoritas Muslim itu juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sejak perang Gaza meletus Oktober 2023, Malaysia telah menyalurkan lebih dari USD 10 juta untuk bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada Februari lalu, para menlu ASEAN menyatakan dukungan jangka panjang terhadap hak-hak rakyat Palestina. Namun, Mohamad menilai pernyataan saja tidak cukup. Sementara di Gaza, tragedi memilukan masih mengguncang kota tersebut.

Serangan udara Israel pada Jumat lalu (23/5) menghantam rumah seorang dokter anak di Khan Younis. Kala itu, dr Alaa al-Najjar sedang bertugas di rumah sakit Nasser. Sembilan dari sepuluh anaknya tewas dalam serangan itu.

"Saya harus mengoperasi anaknya yang selamat, Adam, usia 11 tahun," ujar salah satu relawan dokter bedah asal Inggris Graeme Groom. Menurutnya, cedera fisik Adam memang parah, tetapi trauma batinnya jauh lebih berat.

Menurut rumah sakit Nasser dan rekaman video yang diverifikasi BBC, jasad anak-anak Dr. Najjar ditarik dalam kondisi hangus terbakar dari puing-puing bangunan. Suami Najjar mengalami luka. "Dokter ini mengabdikan hidupnya menyelamatkan anak-anak. Namun sembilan anaknya sendiri direnggut saat ia berjaga di rumah sakit," kata Kepala Keperawatan RS Nasser Mohammed Saqer.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 53.900 orang telah tewas sejak perang dimulai Oktober lalu. Tentu, sebagian besar warga sipil. Serangan Israel yang menyasar Khan Younis dan wilayah lain dalam 24 jam terakhir menewaskan setidaknya 79 orang. (lyn)

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore