Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 04.57 WIB

Zelenskiy Serukan Sanksi Lebih Keras ke Rusia Paska Pesawat Rusia Tewaskan Sembilan Warga

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (Reuters) - Image

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (Reuters)

JawaPos.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mendesak sanksi lebih keras terhadap Rusia paska pesawat tanpa awak Moskow menembak sebuah bus yang menewaskan sembilan penumpang di Timur Laut Ukraina. Penembakan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah kedua negara melakukan pembicaraan damai pertama dalam perang yang telah berlangsung tiga tahun.

Pembicaraan perdamaian pada Jumat (16/5) itu diklaim gagal karena tidak memutuskan adanya genjatan senjata. Hanya terdapat keputusan pertukaran seribu tawanan dari kedua negara dan Ukraina yang meminta perundingan langsung antar kepala negara. 

Terkait serangan pesawat tanpa awak itu, Zelenskiy menuturkan bahwa semua penumpang bus tersebut merupakan warga sipil. Rusia tidak mungkin gagal mendeteksi jenis kendaraan yang ditargetkan.

"Kejadian ini merupakan pembunuhan warga sipil yang disengaja," ujarnya dalam akun resmi X, dikutip Sabtu (17/5).

Tekanan harus diberikan kepada Rusia untuk menghentikan pembunuhan terhadap warga sipil. "Tanpa sanksi lebih keras, tanpa tekanan yang lebih kuat, Rusia tidak akan mencari diplomasi sejati," jelasnya.

Dia mengklaim Rusia mengirimkan delegasi lemah tanpa mandat yang tidak siap ke Istanbul. Padahal, diperlukan langkah nyata untuk mengakhiri perang. "Kami memprediksi sanksi keras akan muncul dari Amerika Serikat, Eropa dan semua mitra Ukraina. Yang mendorong diplomasi untuk berjalan," paparnya.

Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendesak digelarnya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Istanbul, menyebut bahwa negosiator kedua belah pihak tidak akan menghasilkan apa-apa, sebelum pertemuan antara dirinya dengan Presiden Vladimir Putin. Bagian lain, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menuding Rusia mengaburkan informasi terkait perundingan Istanbul yang hanya berlangsung kurang dari dua jam.

"Kita melihat kebingungan Rusia dan keengganan untuk bersikap serius demi perdamaian abadi yang dibutuhkan Ukraina," ujarnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macrin juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, pembicaraan di Istandul tidak membuahkan hasil. "Apa yang kita dapat? Tidak ada. Saat ini kita sedang menghadapi sinisme Presiden Putin dan Presiden Trump akan bereaksi," jelasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore