
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (Reuters)
JawaPos.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mendesak sanksi lebih keras terhadap Rusia paska pesawat tanpa awak Moskow menembak sebuah bus yang menewaskan sembilan penumpang di Timur Laut Ukraina. Penembakan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah kedua negara melakukan pembicaraan damai pertama dalam perang yang telah berlangsung tiga tahun.
Pembicaraan perdamaian pada Jumat (16/5) itu diklaim gagal karena tidak memutuskan adanya genjatan senjata. Hanya terdapat keputusan pertukaran seribu tawanan dari kedua negara dan Ukraina yang meminta perundingan langsung antar kepala negara.
Terkait serangan pesawat tanpa awak itu, Zelenskiy menuturkan bahwa semua penumpang bus tersebut merupakan warga sipil. Rusia tidak mungkin gagal mendeteksi jenis kendaraan yang ditargetkan.
"Kejadian ini merupakan pembunuhan warga sipil yang disengaja," ujarnya dalam akun resmi X, dikutip Sabtu (17/5).
Tekanan harus diberikan kepada Rusia untuk menghentikan pembunuhan terhadap warga sipil. "Tanpa sanksi lebih keras, tanpa tekanan yang lebih kuat, Rusia tidak akan mencari diplomasi sejati," jelasnya.
Dia mengklaim Rusia mengirimkan delegasi lemah tanpa mandat yang tidak siap ke Istanbul. Padahal, diperlukan langkah nyata untuk mengakhiri perang. "Kami memprediksi sanksi keras akan muncul dari Amerika Serikat, Eropa dan semua mitra Ukraina. Yang mendorong diplomasi untuk berjalan," paparnya.
Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendesak digelarnya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Istanbul, menyebut bahwa negosiator kedua belah pihak tidak akan menghasilkan apa-apa, sebelum pertemuan antara dirinya dengan Presiden Vladimir Putin. Bagian lain, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menuding Rusia mengaburkan informasi terkait perundingan Istanbul yang hanya berlangsung kurang dari dua jam.
"Kita melihat kebingungan Rusia dan keengganan untuk bersikap serius demi perdamaian abadi yang dibutuhkan Ukraina," ujarnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macrin juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, pembicaraan di Istandul tidak membuahkan hasil. "Apa yang kita dapat? Tidak ada. Saat ini kita sedang menghadapi sinisme Presiden Putin dan Presiden Trump akan bereaksi," jelasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
