Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 02.13 WIB

Pimpin Misa Perdana di Kapel Sistina, Paus Leo XIV Sampaikan Homili: Gereja Harus Menjadi Cahaya bagi Malam-malam Gelap Dunia

Paus Leo XIV memimpin Misa perdananya bersama para kardinal di Kapel Sistina. (People.com) - Image

Paus Leo XIV memimpin Misa perdananya bersama para kardinal di Kapel Sistina. (People.com)

JawaPos.com – Paus Leo XIV langsung memimpin misa pertamanya sebagai paus di Kapel Sistina, Vatikan, Jumat (9/5) waktu setempat. Khotbah atau homili pertamanya menjadi salah satu bagian penting dalam misa Katolik.

Homili itu terjadi kurang dari 24 jam usai ia terpilih menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia. Leo memulai homilinya dalam bahasa Inggris, sebelum beralih ke bahasa Italia. Dalam bahasa Inggris, ia mengutip kata-kata dari Mazmur.

“Saya akan menyanyikan lagu baru untuk Tuhan karena ia telah melakukan keajaiban. Bersama kita semua, saudara-saudara kardinal, saat kita merayakannya pagi ini, saya mengajak anda untuk menyadari keajaiban yang telah Tuhan lakukan, berkat-berkat yang terus Tuhan limpahkan kepada kita semua,” jelasnya, dilansir dari The Guardian.

Tokoh 69 tahun itu lantas menyampaikan homili menggunakan bahasa Italia. Dia membaca kutipan Santo Petrus, salah satu murid Yesus, yang ada dalam Kitab Matius.

Homili pada misa perdana merupakan momen penting dan bersejarah. Sebab, homili perdana biasanya digunakan oleh paus terpilih untuk menunjukkan prioritas kepemimpinan dan pelayanan ke depan.

Homili Paus Leo XIV tampaknya menunjukkan komitmennya untuk mengikuti jalan pandahulunya, Paus Fransiskus.

Beralih ke bahasa Italia, Bapa Suci berharap agar gereja dapat menerangi malam-malam gelap di dunia ini. Ia menyebut akan menjadi pengikut setia gereja.

Menurut dia, gereja juga harus dinilai berdasarkan kekudusan para anggotanya, bukan kemegahan bangunannya. Kesederhanaan serupa juga selalu ditanamkan oleh Fransiskus semasa hidupnya.

Pria bernama lahir Robert Francis Prevost itu turut mengajak para kardinal untuk berjalan bersama dalam misi mewartakan Injil. Saat mengacu pada penginjilan, Leo berkata ada banyak situasi di mana keimanan dianggap seolah tidak masuk akal dan tidak cerdas.

Dia turut menyoroti pentingnya misi bagi gereja agar hadir di tempat-tempat yang mengalami kekurangan iman, terutama di tengah ingar bingar kesenangan dunia.

Hal itu merujuk pada situasi di mana kondisi lain lebih disukai, seperti teknologi, uang, kesuksesan, kekuasaan, atau kesenangan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore